BeritaManado.com

Hadir di Manado, Nuffic Neso Buka Kesempatan Studi di Belanda Gratis

August 12
13:33 2017

Direktur Nuffic Neso Indonesia Peter van Tuijl

Direktur Nuffic Neso Indonesia Peter van Tuijl

 

Manado – Pemerintah Belanda melalui Nuffic Neso menawarkan sedikitnya 1.500 beasiswa gratis bagi putra-putri Sulawesi Utara khususnya untuk menempu pendidikan baik khursus singkat (short course), program master hingga hingga Doktoral (PhD studies) dalam program StuNed (Scholarship Programme).

Tak tanggung-tanggung, Direktur Nuffic Neso Indonesia Peter van Tuijl harus merelakan dirinya datang ke Manado untuk bertemu para calon-calon sarjana di Universitas Kerajaan Belanda yang mau sekolah di negeri yang juga dikenal dengan Holland atau Netherlands.

Menurut Peter van Tuijl, beasiswa itu merupakan bagian dari kesepakatan bilateral Pemerintah Belanda dan Indonesia untuk peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Nuffic Neso juga akan menggelar Scholarship Info Day yang diselenggarakan Uni Eropa pada 12 Agustus 2017 di Universitas Sam Ratulangi Manado.

“Kami melihat pentingnya sosialisasi diluar Jakarta , agar semakin banyak peminat studi di Belanda mendapatkan informasi dan kesempatan yang sama,” kata Peter van Tuijl dalam jumpa pers di Four Points Sheraton Manado, Jumat (11/8/2017).

 

IMG_20170812_133810

 

Dia menambahkan dalam catatan Nuffic Neso, jumlah penerima beasiswa StuNed hanya ada 2 penerima beasiswa StuNed lII, 15 penerima beasiswa StuNed III, 3 penerima beasiswa StuNed lV dan pada StuNed V kali ini staff Universitas Sam Ratulangi akan mendapatkan pelatihan dari salah satu institusi pendidikan tinggi Belanda-KIT Royal Tropical Institut melalui beasiswa Stuned Tailor Made Training.

Melihat angka yang masih tergolong minim, Peter van Tuijl melalui Nuffic Neso Indonesia merasa penting mengadakan sosialisasi keluar Jakarta.

Koordinator Promosi Pendidikan Nuffic Neso Indonesia Inty Dienasari mengatakan saat ini banyak program beasiswa yang memungkinkan masyarakat Indonesia untuk studi di Belanda, selain StuNed ada beasiswa NFP, Orange Tulips dan Holland Scholarsips serta beasiswa dari masing-masing Universitas di Belanda belum lagi beasiswa dari pemerintah Indonesia seperti beasiswa LPDP, beasiswa unggulan Kemendikbud, beasiswa Budi, beasiswa Kominfo dan lain-lain.

“Saat ini seharusnya faktor biaya sudah tidak lagi menjadi penghalang untuk melanjutkan studi di Belanda,” tuturnya.

Lanjut dia, saat ini 13 dari 14 Universitas riset yang dibiayai oleh negara sudah masuk kedalam 200 besar rangking dunia. Oleh karena itu bisa disimpulkan bahwa kualitas pendidikan di Belanda sudah merata dan diakui dunia.

Semakin banyak pelajar Indonesia yang melanjutkan studi ke Belanda melalui program StuNed sampai saat ini sebanyak 3.900 namun sayangnya mahasiswa yang berasal dari Sulut sendiri hanya kurang dari 1 persen.

Sementara ada lebih dari 112.000 mahasiswa internasional menempuh pendidikan di Belanda dari 164 negara di dunia.

“Salah satu alasan karena banyaknya program studi internasional yang ditawarkan di Belanda, sehingga hanya dengan bermodalkan bahasa Inggris yang cukup dengan isia berapapun, siapapun bisa melanjutkan studi di Belanda. Selain itu tidak ada negara di dunia ini yang lebih Indonesia (termasuk makanan) dibanding Belanda, sehingga anda akan merasa tetap nyaman meski berada di negeri orang,” jelasnya sambil memberikan nomor hp yang bisa dihubungi bagi siapapun yang berminat melanjutkan studi dapat menghubungi 0216248261, 081291678493.

Nuffic Neso Indonesia adalah kantor perwakilan Nuffic, organisasi non profit di Belanda yang ditunjuk resmi menangani kerjasama internasional dibidang pendidikan dan didanai oleh pemerintah Belanda.

Nuffic Neso Indonesia memberikan konsultasi cuma-cuma mengenai lebih dari 2.100 program studi yang diberikan dalam bahasa Inggris di Belanda dalam menawarkan beasiswa untuk warga negara Indonesia setiap tahunnya. (rizath polii)

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment