
SHS

SVR

RML

E2L

SHS

SVR

RML

E2L

Ir. Herry Rotinsulu
Minut – Tokoh populis Ir. Herry Rotinsulu siap menghantarkan Minahasa Utara yang sejahtera, berdaya saing dengan pelayanan public yang prima. Selain mohon doa restu, Herry Rotinsulu (Hero) yang akrab dengan siapa saja mengungkapkan jika dipercayakan memimpin Minahasa Utara 2010 -2015 Ia Optimis mampu mengemban amanat rakyat, untuk memajukan Minahasa Utara sejajar dengan daerah lain di Indonesia.
Saat ditemui di ruang kerjanya oleh BeritaManado (19 Mei 2010) Herry Rotinsulu yang juga Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulawesi Utara menyatakan, sama sekali tidak ingin menghianati rakyat Minahasa Utara, “Jabatan adalah kepercayaan, Penghargaan dan harga diri Rakyat” tegas Hero.
Keterpanggilan mengabdi kepada Rakyat ini juga membuatnya all out berjuang di tanah Minahasa Utara, merebut simpati rakyat bersama calon wakil Bupati Imanuel Pasulatan, SE.AK.
Sebagai calon Bupati, Hero mengungkapkan bila potensi sumber daya alam Minahasa Utara yang meliputi Pertanian, Kehutanan, Pertambangan kelautan dan Perikanan tidak diragukan lagi, demikian juga SDM masyarakat yang cerdas dan inovatif.
Soal kandidat calon Bupati dan wakil Bupati Minahasa Utara yang kini mengemuka, dengan nada religius Hero mengakui, jika Tuhan berkenan tidak ada satupun bisa menghalanginya, apalagi rakyat semakin cerdas untuk menyalurkan aspirasi sesuai hati nurani.
Menyongsong Pemilukada yang tinggal menghitung hari, Hero dan Imanuel Pasulatan tetap mengedepankan cara-cara yang elegan, santun dan menjauhi upaya-upaya black campaign yang mengarah pada pembunuhan karakter. (Hetty F Oroh)

Ikatan Waraney Wulan Minahasa (IWWM), Jacklyn (19Tahun) Ketiga Dari Kiri
MANADO - Isak tangis Keluarga Koagow-Kembuan tak tertahankan ketika melihat anak kesayangan, putri satu-satunya, Jacklyn Koagow (19) telah terbaring kaku tidak bernyawa di RS Kandou Manado, Jacklyn bersama pacarnya bernama Ricky Dikle Rampen (19), warga Perum Pertamina, Kelurahan Winangun, Kecamatan Malalayang, ditemukan telah meninggal dunia didalam mobil Inova, DB 7879 yang sedang parkir, Sabtu (01/05), sekitar pukul 11.00 WITA, di Jl Pramuka, Kelurahan Sario Kotabaru, Kecamatan Sario, didepan SMKN 1 Manado.
Tim dokter yang memeriksa jenazah menduga pasangan muda-mudi itu keracunan gas CO. Penyebab utama keracunan di dalam mobil terjadi karena keluarnya gas CO pada sistem pembuangan AC tidak berfungsi baik, karena pipa pembuangan bocor.
Jenasah korban yang adalah mahasiswi Internastional Business Academy (IBA), Fakultas Ekonomi Universitas Samratulangi ini, dibawa ke kampung halaman, Desa Waleure, Kecamatan Langoan Timur, Kabupaten Minahasa, Sabtu sore, disambut histeris keluarga dan kerabat.
Randi Edward, seorang teman Ricky yang berada di lokasi mengatakan, Jumat malam, sekitar pukul 22.00, dia melihat Ricky di warnet depan SMKN 1 Manado. “Ia main FB (facebook) malam itu,” ujarnya. Usai dari warnet, Ricky dan Jacklyn masuk ke dalam mobil yang diparkir di depan warnet. Mereka menyalakan air conditioner (AC) lalu tertidur pulas di dalam mobil “Jam enam pagi saya sempat ketuk jendela mobil untuk pinjam korek api. tapi tidak ada respon,” tuturnya kepada media.
Korban, Jacklyn yang kesehariannya biasa dipanggil Iin adalah penyandang Wulan Minahasa yang sementara persiapan untuk mengikuti pertunjukkan kesenian di Jakarta yang rencananya akan berangkat Selasa depan. Namun nasib berkata lain, Iin telah pergi untuk selama-lamanya.
Penulis beritamanado memiliki pengalaman bersahabat dengan almarhumah Iin, berwawasan luas dan mudah akrab. Sekitar bulan Januari 2009 saat pertama kali mengenal almarhumah Iin, kesannya seperti sudah kenal bertahun-tahun karena sifat dan sikapnya yang mudah akrab.
Beritamanado mengucapkan, Turut Berdukacita Yang Sebesar-Besarnya Atas Kepergian Iin, Semoga Diterima dan Mendapat Tempat Yang Layak Disisi Tuhan Yang Maha Kuasa dan Penghiburan Dari Tuhan Bagi Keluarga Yang Ditinggalkan. Amin, GB All. (JRY)

Paduan Suara "Wanita Kawanua USA"
California, USA – Bertempat di Crosspoint Church Chino, California, USA pada Sabtu lalu (24/04/2010), Badan Kerjasama Gereja-Gereja Indonesia di California Selatan (BKS-GICS) menyelenggarakan Perayaan Paskah Bersama yang dihadiri lebih dari 500 warga masyarakat gerejani Indonesia di Los Angeles.
Ikut ambil bagian pada perayaan tersebut Paduan Suara “Wanita Kawanua USA” yang terdiri dari sedikitnya 50 penyanyi ibu-ibu kawanua anggota berbagai gereja dibawah pimpinan Cindy Louis-Wenas. Mereka membawakan lagu “Masyurkan Nama-Mu”.

Wanita Kawanua USA
Organisasi Wanita Kawanua USA yang merupakan bagian dari Kawanua USA baru diaktifkan lebih dua bulan dipimpin oleh Rina Langgar-Sumual. Ketua Panitia Perayaan Paskah kali ini adalah Danny Wurangian.

Kawanua USA
Foto-foto dimuat atas seizin tokoh Kawanua USA Om Emile Mailangkay.

Kader PDI-Perjuangan, Benny Ramdhani (Foto Beritamanado)
MANADO – Politisi gaek PDI-Perjuangan, Benny Ramdhani sementara menunggu hari-hari terakhirnya di partai berjulukan wong cilik ini. Secara terbuka Ramdhani menyatakan siap mundur sebagai kader partai karena mengedepankan prinsip. Mundur mengandung konsekuensi kehilangan posisi sebagai wakil rakyat yang sudah dijabatnya selama hampir tiga periode.
“Partai telah kehilangan idealisme dan mengarah ke pragmatisme, sebagai partai wong cilik dan sendal jepit, partai ini telah kehilangan roh perjuangan, sehingga PDI-Perjuangan, oleh sebagian orang telah diplesetkan menjadi PDI-Perdagangan,” ujarnya kepada beritamanado, beberapa waktu lalu.
Lanjut, Ramdhani berurai, dirinya akan tetap mempertahankan prinsip dan idealisme dan akan terus berjuang untuk rakyat walaupun tidak melalui jalur legislatif nanti. “Saya tetap berpegang pada prinsip Robert Wolter Monginsidi, Setia Hingga Akhir Dalam Keyakinan,” pungkasnya. (JRY)

RML-Maya Rumantir (Foto Beritamanado)

Fredy Sualang-Marhanny Pua (Foto Beritamanado)

Asiano Gemmy Kawatu (AGK) bersama Istri (Foto Beritamanado)

Fredy Sualang dan Keluarga
MANADO – Hari ini, Jumat (23/04) 2010, Ketua DPD PDI-Perjuangan Sulut, Fredy Harry Sualang merayakan Hari Ulang Tahun ke 60 tahun. Ibadah syukur HUT dilaksanakan di Kantor DPD Jalan Babe Palar Manado, dipimpin Sekum BPS GMIM, Pdt Arthur Rumengan M.Teol, dimulai pukul 15.00 WITA.

Vanda Sarundajang, Richard Sualang, Novie Lumowa
Ibadah dihadiri ratusan kader dan simpatisan PDI-Perjuangan. Tampak pula beberapa calon kepala daerah, yaitu Ramoy Markus Luntungan, Henny Wullur, Maya Rumantir, Marhanny Pua dan beberapa lainnya. (JRY)

Maya Rumantir dan Kader

Cawalkot Manado, Louis Nangoy SH (Foto Beritamanado)
MANADO - Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Manado, Louis Nangoy SH dan KH Drs Rizali M Noor siap bertarung pada suksesi Manado mendatang. “Terbangunnya Masyarakat dan Kota Manado yang Sejahtera, Berkeadilan dan Bermartabat,” adalah visi dari calon jalur independen ini.
Sementara misi mereka diantaranya, menjalankan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN dengan mengedepankan keteladanan, serta pembinaan dan pengawasan yang intensif terhadap aparatur pemerintah dan meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat terutama dalam bidang administrasi kependudukan dan kebutuhan dasar masyarakat.
Para tokoh agama dan masyarakat menilai pasangan lintas agama ini akan mampu mensejahterakan masyarakat Kota Manado yang heterogen dengan sederet misi mereka. “Pak Louis dan KH Rizali bisa melakukan perubahan mendasar di bidang pemerintahan dan menjadi simbol kerukunan antar agama,” tutur tokoh pemuda Gereja, Christy Salangka.
Dukungan kepada pasangan lintas agama ini juga datang dari kalangan akademisi. Stenly Tangkuman MT, akademisi Unsrat kepada beritamanado, menyatakan, merespon positif pasangan Nangoy-Rizali. Menurutnya, pasangan ini mampu mempertahankan kerukunan yang sudah terjaga selama ini dan akan memberikan perubahan mendasar di bidang pemerintahan. “Louis-Rizali akan membangun tata pemerintahan yang lebih bersih dan bebas KKN,” ujar akademisi yang sementara mempersiapkan studi S3 ini. (JRY)

Makam Maria Walanda Maramis di Desa Maumbi, Minahasa Utara (Foto Beritamanado)
Maria Josephine Catherine Maramis (lahir di Kema, Sulawesi Utara, 1 Desember 1872 – meninggal di Maumbi, Sulawesi Utara, 22 April 1924 pada umur 51 tahun), atau yang lebih dikenal sebagai Maria Walanda Maramis, adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia karena usahanya untuk mengembangkan keadaan wanita di Indonesia pada permulaan abad ke-20.
Maria lahir di Kema, sebuah kota kecil yang sekarang berada di kabupaten Minahasa Utara, dekat Kota Airmadidi propinsi Sulawesi Utara. Orang tuanya adalah Maramis dan Sarah Rotinsulu. Dia adalah anak bungsu dari tiga bersaudara dimana kakak perempuannya bernama Antje dan kakak laki-lakinya bernama Andries. Andries Maramis terlibat dalam pergolakan kemerdekaan Indonesia dan menjadi menteri dan duta besar dalam pemerintahan Indonesia pada mulanya.
Maramis menjadi yatim piatu pada saat ia berumur enam tahun karena kedua orang tuanya jatuh sakit dan meninggal dalam waktu yang singkat. Paman Maramis yaitu Rotinsulu yang waktu itu adalah Hukum Besar di Maumbi membawa Maramis dan saudara-saudaranya ke Maumbi dan mengasuh dan membesarkan mereka di sana. Maramis beserta kakak perempuannya dimasukkan ke Sekolah Melayu di Maumbi. Sekolah itu mengajar ilmu dasar seperti membaca dan menulis serta sedikit ilmu pengetahuan dan sejarah. Ini adalah satu-satunya pendidikan resmi yang diterima oleh Maramis dan kakak perempuannya karena perempuan pada saat itu diharapkan untuk menikah dan mengasuh keluarga.
Setelah pindah ke Manado, Maramis mulai menulis opini di surat kabar setempat yang bernama Tjahaja Siang. Dalam artikel-artikelnya, ia menunjukkan pentingnya peranan ibu dalam keluarga dimana adalah kewajiban ibu untuk mengasuh dan menjaga kesehatan anggota-anggota keluarganya. Ibu juga yang memberi pendidikan awal kepada anak-anaknya.
Menyadari wanita-wanita muda saat itu perlu dilengkapi dengan bekal untuk menjalani peranan mereka sebagai pengasuh keluarga, Maramis bersama beberapa orang lain mendirikan Percintaan Ibu Kepada Anak Turunannya (PIKAT) pada tanggal 8 Juli 1917. Tujuan organisasi ini adalah untuk mendidik kaum wanita yang tamat sekolah dasar dalam hal-hal rumah tangga seperti memasak, menjahit, merawat bayi, pekerjaan tangan, dan sebagainya.
Melalui kepemimpinan Maramis di dalam PIKAT, organisasi ini bertumbuh dengan dimulainya cabang-cabang di Minahasa, seperti di Maumbi, Tondano, dan Motoling. Cabang-cabang di Jawa juga terbentuk oleh ibu-ibu di sana seperti di Batavia, Bogor, Bandung, Cimahi, Magelang, dan Surabaya. Pada tanggal 2 Juni 1918, PIKAT membuka sekolah Manado. Maramis terus aktif dalam PIKAT sampai pada kematiannya pada tanggal 22 April 1924.
Untuk menghargai peranannya dalam pengembangan keadaan wanita di Indonesia, Maria Walanda Maramis mendapat gelar Pahlawan Pergerakan Nasional dari pemerintah Indonesia pada tanggal 20 Mei 1969.
Pada tahun 1919, sebuah badan perwakilan dibentuk di Minahasa dengan nama Minahasa Raad. Mulanya anggota-anggotanya ditentukan, tapi pemilihan oleh rakyat direncanakan untuk memilih wakil-wakil rakyat selanjutnya. Hanya laki-laki yang bisa menjadi anggota pada waktu itu, tapi Maramis berusaha supaya wanita juga memilih wakil-wakil yang akan duduk di dalam badan perwakilan tersebut. Usahanya berhasil pada tahun 1921 dimana keputusan datang dari Batavia yang memperbolehkan wanita untuk memberi suara dalam pemilihan anggota-anggota Minahasa Raad.
Maramis menikah dengan Joseph Frederick Caselung Walanda, seorang guru bahasa pada tahun 1890. Setelah pernikahannya dengan Walanda, ia lebih dikenal sebagai Maria Walanda Maramis. Mereka mempunyai tiga anak perempuan. Dua anak mereka dikirim ke sekolah guru di Betawi (Jakarta). Salah satu anak mereka, Anna Matuli Walanda, kemudian menjadi guru dan ikut aktif dalam PIKAT bersama ibunya.

Hubungi Kami untuk mengirim berita, press release, artikel, iklan dll. KLIK DISINI
Follow us on TWITTER