Nasi Kuning Saroja Sejak Tahun 1970-an

Nasi Kuning Saroja

MANADO - Kios Nasi Kuning Saroja di Manado sudah ada sejak tahun 1970-an. Dibuka dari pukul lima subuh hingga pukul sepuluh malam, Kios Saroja setia melayani warga Kota Manado dan sekitarnya dengan menu nasi kuning spesial dengan harga Rp 11 ribu seporsi.

Nasi Kuning Saroja

Nasi Kuning Saroja sangat digandrungi warga Manado dan sekitarnya, sejak dibuka pagi hari tidak henti-hentinya masyarakat datang makan langsung ditempat ini atau dibungkus. “Saya sudah berlangganan disini sejak tahun 1986,” ujar Milton, warga Wanea.  (JRY)

Warga Minahasa Adopsi Cara Masak Daging Babi Suku Papua

Babi Woku

Babi Woku

MINAHASA – Kebiasaan warga Minahasa mengkonsumsi masakan daging babi, mendorong warga untuk terus mencari tau berbagai ramuan dan cara masak Nusantara. Salah satu yang mulai diadopsi oleh warga adalah cara masak ala suku Papua, yaitu memasak daging babi didalam tanah.

Meskipun tidak persis sama dengan yang dilakukan warga suku Papua, karena penggunaan rempah-rempahnya masih mengandalkan rempah-rempah khas Minahasa, namun penggunaan media tanah sebagai tempat memasak memiliki nilai cita rasa tersendiri dan dapat diterima oleh lidah warga Minahasa.

Daging babi yang akan dimasak, terlebih dahulu dibungkus dalam “daun woka” sejenis daun kelapa yang masih muda, kemudian dilumuri rempah-rempah khas Minahasa dengan penonjolan pada rasa “pedes” kemudian dimasukkan pada lobang dalam tanah yang telah disediakan, lalu ditutup rapat  dan selanjutnya dimasak dengan cara meletakkan bakaran kayu diatas tanah tersebut sampai kira-kira 12 jam lamanya.

Jenis masakan ini disajikan warga pada saat kegiatan “pengucapan syukur Minahasa” baru-baru ini, termasuk Bupati Minahasa Drs Stefanus Vreeke Runtu. Bupati yang dikenal sangat terbuka dan dekat dengan warganya itu memuji kelezatan masakan daging babi yang dimasak dalam tanah tersebut. Menurut Bupati ini adalah metode memasak daging babi terbaru di Minahasa yang dapat diterima oleh lidah warga Minahasa.

Tidak ada keterangan resmi kapan cara memasak tersebut mulai dikembangkan warga. Namun ada yang mengatakan cara masak ini, idenya dibawah oleh warga Minahasa yang pernah bekerja di tanah Papua. Selaian ada juga yanag mengatakan idenya dibawah oleh Mahasiswa asal papua yang berkuliah di Minahasa (universitas negeri Manado)

Sejauh ini jenis masakan tersebut belum ada yang dijual dirumah makan ataupun restaurant yang ada, masih sebatas masakan keluarga saja.

Swiss Deli dibuka, Demo Membuat Kue digelar Swiss-Belhotel Maleosan

Outlet Swiss Deli, Swiss-Belhotel Maleosan

Outlet Swiss Deli, Swiss-Belhotel Maleosan

MANADO – Menjelang usia ke-1 tahun, Swiss-Belhotel Maleosan Manado terus mengembangkan potensi daerah dan minat bisnis di Manado didukung dengan pelayanan nomor satu khas hotel “Chain International” yang dikelola Swiss-Belhotel International ini. Berlokasi dijalan jenderal sudirman kav.85-87 Manado, sabtu 1 agustus 2009 kemarin Swiss-Belhotel Maleosan Manado membuka outlet terbaru yang khusus menjual ankea jenis Cake, Cookies, Roti, jajanan Pasar, dan kue-kue khas Sulawesi Utara bahkan nasional.

Swiss Deli, adalah outlet terbaru yang dibuka secara resmi oleh Ibu Christy Lahindo – Nababan mewakili jajaran pemerintah, didampingi Denny Jatnika, General Manager Swiss-Belhotel Maleosan Manado bersama Manajemen beserta undangan.  Berlokasi di lantai dasar, Swiss Deli diharapkan menjadi tujuan utama bagi masyarakat, pebisnis, perusahaan, dan kalangan pemerintah yang ingin mencari aneka kue, roti dan jajanan karena cakeshop ini menyajikan aneka cake & bakkery dengan kualitas international, berbahan baku asli, dan diproduksi langsung dari dapur hasil olahan Pstry Chef – Ibu Cucu Aminah, dengan arahan Executive Chef, Djoko Hendrasto.  Dengan harga yang kompetitif terjangkau, Swiss Deli akan menjadi favorit masyarakat kedepan.

Khusus menyambut peresmian Swiss Deli, pihak manajemen mengadakan Demo Membuat Kue yang dipandu langsung oleh Ibu Cucu Aminah, yand didukung Collata sebagai sponsor sekaligus supplier untuk bahan yang digunakan.  Acara seperti ini mendapat respon yang sangat baik, dibuktikan dengan dihadiri oleh Ibu-Ibu pejabat, pengusaha, pemimpin perusahaan, dan peminat kue.  Dengan demikian, promosi Swiss Deli akan terus berjalan dan menjadi bahan perbincangan di semua kalangan.

Sekilas tentang Swiss-Belhotel International

Swiss-Belhotel International adalah perusahaan pengelola hotel yang saat ini berkembang pesat. Perusahaan yang berpusat di Hong Kong (SAR) ini mengelola hotel di Asia Pasifik dan Timur Tengah, termasuk CHINA: Changchun, Hefei, Wuhan (2 hotels) • VIETNAM: Halong Bay, Hanoi, Hoi An, Danang (2009), Bien Hoa (2010), Buon Ma Thuot • PHILIPPINES: Pasig City, Metro Manila, Quezon City (2009), Cagayan de Oro (2010), Makati(2011) • MALAYSIA: Sepang (2009), Kuantan (2010), Kota Kinabalu (2010),  Kuala Lumpur (2011) • INDONESIA: Medan, Batam (2 hotels), Jakarta (1 operating hotel, 1 hotel will open in 2009), Bogor (2011), Bandung, Semarang,  Surabaya, Banjarmasin, Samarinda, Balikpapan (2010), Palangka Raya (2010), Tarakan, Bali (2 operating hotels, 1 hotel will open in 2010), Manado, Palu, Kendari (2009), Ambon (2009),  Manokwari, Jayapura • AUSTRALIA: Sydney • KUWAIT: Kuwait • JORDAN: Dead Sea (2010) • OMAN: Sohar, Masirah Island •  QATAR: Doha • SAUDI ARABIA: Sharma (2010) • UNITED ARAB EMIRATES: Dubai (2009), Sharjah (2011) •  YEMEN: Sana’a (2010)

“Babi Putar” Hidangan Bergensi di Pesta Perkawinan Orang Minahasa

babi putar

babi putar

MINAHASA – Meskipun itu bukan sebuah ketentuan adat, namun bagi sebagian besar orang minahasa, pesta perkawinan tanpa hidangan makanan khas “babi putar” belumlah dianggap lengkap dan bergensi. Oleh karena itu hampir setiap kali ada pesta perkawinan, jenis makanan ini selalu menjadi perhatian utama undangan. Kebanyakan undangan akan menilai apakah pesta ini dianggap bergensi atau tidak , sangatlah  ditentukan ada tidaknya hidangan ini disediakan oleh keluarga yang mengundang, begitu juga bagi keluarga yang mengundang, mereka beranggapan hidangan babi putar merupakan symbol  kemewahan pesta yang mereka selenggarakan itu.

”torang malo mo kase kawin torang pe anak kalo ndak mampu mo sadia makanan babi putar” kata ibu olga salah satu warga minahasa. Bagi kebanyakan orang minahasa babi putar merupakan salah satu makanan terlezat, harganya yang mahal, membuat nilai kelezatannya menjadi bertambah dan bergensi. Proses pembuatannya memerlukan ketrampilan khusus bagi yang memasaknya, tidak semua orang bisa memasak makanan  babi putar dengan hasil masakan yang maksimal. Lama waktu memasaknya lebih dari 3 jam, dengan ukuran api yang pas sehingga daging yang dimasak itu menjadi  empuk dan mengeluarkan aroma khas penggoda selera. Jika tidak  terampil.  maka akibatnya daging yang dimasak dengan cara diputar diatas api ”rahoan” masak tidak merata serta mengeluarkan aroma asap yang kurang sedap.

Dalam setiap pesta, biasanya hidangan babi putar ”diserbu” atau diambil terlebih dahulu oleh undangan. Kemungkinan ini terjadi karena undangan beranggapan takut kehabisan bagian-bagian babi putar yang paling lezat, misalnya kulit bagian punggung, dan kulit-kulit lainnya.

Orang Minahasa Suka Masakan Daging Babi

Bakar Sate

Bakar Sate - Kayuui Minahasa

Minahasa – Berdasarkan hasil penelitian dari sejumlah peneliti dari Fakultas Peternakan Unsrat, konsumsi daging babi terbesar adalah dikalangan  warga Minahasa, hal ini selain  disebabkan karena sebagian besar warga minahasa  beragama kristen (nasrani), juga karena daging babi memiliki nilai selera yang tinggi dibandingkan dengan daging lainnya seperti daging sapi, ayam dan kambing. Hal ini terbukti hampir setiap hidangan yang disediakan warga, pasti terdapat masakan yang terbuat dari daging babi. Jenis masakan daging babi yang sangat populer diminahasa, adalah sate babi/rage, babi rica, kuah brenebon, babi bulu, dan babi putar.

Dalam sebuah pesta, apakah karena acara perkawinan, ulang tahun , pengresmian rumah baru atau syukuran apa saja, jika tidak ada masakan daging babi, acara tersebut dianggap belum meriah. Yang  menarik lagi munculnya penilaian warga bahwa acara tersebut belum dianggap bergensia kalau tidak disediakan makanan ”babi putar”. Menurut pengakuan sejumlah warga, kelezatan masakan daging babi ada pada lemaknya, atau warga setempat menyebutnya  ”tawa”, meskipun disadari itu sangat berbahaya bagi kesehatan terutama mereka yang memiliki resiko darah tinggi, tapi bagi warga bukan jadi masalah untuk menyantapnya.

RM Tinoor Bertahan 40 Tahun

RM Tinoor Bertahan 40 Tahun

RM Tinoor Bertahan 40 Tahun

Tinoor, Tomohon – Rasanya tidak ada orang Minahasa yang belum mengenal Rumah Makan atau Restoran Tinoor. Sebab, dari arah manapun di Minahasa kalau hendak ke Manado atau dari Manado, pasti akan melewati rumah makan ini.

Menurut Ibu Pangkey, pemilik restoran, Tinoor Jaya merupakan rumah makan tua yang ada di jalur jalan Manado – Tomohon. Bahkan umur rumah makan ini sudah hampir mencapai 40 tahun. Sudah ratusan ribu orang yang menyingahi dan mencicipi kelesatan makanan khas Minahasa ini.

Dengan pemandangan special sebagian kota Manado, rumah makan ini menyajikan hidangan khas Minahasa. Seperti RW, Tinorangsak, Sayur Popaya, Acara, Renga atau Kolombi.

Jadi, kalau anda hendak melewati ruas jalan ini, jangan lupa singgah di rumah makan Tinoor Jaya, merasakan kelesatan kuliner Minahasa yang sudah terkenal di seluruh dunia.

Kelezatan Nasi Jaha, Karena Dimasak Di Bulu

Manado –  Salah satu kunci kelezatan  makanan khas Minahasa, selain  karena rempa-rempanya, juga  karena  proses pemasakanannya menggunakan media bulu (bambu), sebut saja “nasi jaha” nasi yang ramuannya terdiri dari beras pulo (ketan), santan, jahe dan berbagai rempa-rempa khas minahasa ini,  merupakan makanan (penganan) paling laris dibanding makanan tradisional lainnya. Hampir setiap pasar tradisonal bahkan supermarket di manado, setiap hari  ada menjual makanan tersebut. Proses pemasakan dibulu memang cukup rumit, memerlukan waktu dan tenaga khusus, itulah yang membuat para pemasak biasanya membuat makanan bulu ini dalam dalam jumlah yang relatif banyak.

Karena kerumitan ini, terkadang ada warga yang memaksa membuat makanan ini tanpa menggunakan media bulu, hanya memasak pada belanga (kuali) biasa,  namun diakui mereka kelezatannya jauh berbeda jika dimasak dalam bulu.

Pada saat dijual, terlebih dahulu nasi jaha dikeluarkan dari bulu, kemudian dipotong menjadi bagian bulatan kecil, dimana biasanya dalam satu bulu bisa menghasilkan 10 potong. Satu potong nasi jaha dijual dengan harga rata-rata Rp 1000. dahulu makanan ini dibuat hanya untuk keperluan tertentu, misalnya untuk keperluan acara syukuran (pengucapan) serta hari raya (natal dan tahun baru).tapi sekarang  makanan  ini sudah bisa didapat setiap hari. Makanan ini sangat cocok disantap bersama ikan cakalang goreng dengan dabu-dabu roa, plus minuman teh hangat. Jika ingin mencoba datanglah ke manado, kitorang tunggu neh.

“BBQ & Food Bazaar” di Swiss-Belhotel Maleosan, pilihan kuliner di akhir pekan

Swiss-Belhotel Maleosan Manado - Swiss Cafe Buffet

Swiss-Belhotel Maleosan Manado - Swiss Cafe Buffet

MANADO – Swiss-Belhotel Maleosan. Saatnya penggemar makanan panggang atau grill menikmati menu kesukaannya sambil menikmati waktu liburan akhir pecan di Swiss-Belhotel Maleosan Manado.  Setiap sabtu malam, chef Djoko dan tim telah mempersiapkan beragam daging segar, ikan dan seafood, serta daging ayam, yang dipanggang dengan bumbu pilihan dan disajikan langsung dari “grill stall” yang terletak di area terbuka samping kolam renang.

Menurut Sigit Sugiarto selaku Food & Beverages Director, setiap tamu yang dating dipersilakan memilih daging atau ikan yang diinginkan, serta pilihan untuk hasil panggangan baik dimasak setengah matang ataupun dimasak matang dengan bumbu yang bisa disesuaikan.  Semua disajikan lengkap mulai dari appetizer, main course/makanan utamanya, hingga dessert yang terdiri dari pastry dan buah-buahan segar. Dengan harga Rp 85.000,- ++/ orang, setiap tamu yang dating, langsung disambut dengan welcome drink, selanjutnya dipersilakan menempati area yang disediakan di area kolam renang lantai tiga, Swiss-Belhotel Maleosan.

Swiss-Belhotel Maleosan, Manado - Pool View

Swiss-Belhotel Maleosan, Manado - Pool View

Iringan musik yang santai membuat tamu akan terasa rileks, enjoy, dan dapat berbincang-bincang dengan kerabat, klien, atau keluarga yang dating bersama.  Sambil menunggu hidangan yang anda inginkan, katau pun menikmati mkanan pilihan yang tersedia secara prasmanan, kami menyediakan fasilitas akses internet wi-fi gratis untuk melengkapi suasana refreshing dan hiburan hingga pemutaran film yang sempat menjadi film pilihan box office.  Semua pelayanan dan fasilitas tersebut kami sediakan untuk memberikan pengalaman baru berakhir pekan.

Salah satu program promosi yang tidak kalah hebohnya adalah, “Food Bazar” signature dishes, salah satu pilihan menu makan siang di hari minggu.  Dimana lagi anda bisa menemukan makanan-makanan favorit anda seperti Gudeg Jogja, Nasi Timbel, Siomay Bandung, Pecel Madiun, Sop Buntut, Mie Ayam, dengan harga terjangkau mulai dari Rp 20.000,-/ menu.  Kami juga menyediakan dessert berupa pastry, pudding, dan buah-buahan segar untuk kepuasan anda.  Bagi anda yang ingin mencoba variasi kuliner baru di akhir pecan, segera ke Swiss-Café, lantai dua Swiss-Belhotel Maleosan Manado Jalan jenderal sudirman kav85-87.  Untuk reservasi, silakan hubungi nomor telpon 0431-861000 pesawat 305, dan informasi selengkapnya hubungi Teddy Manangka-Public Relation di pesawat 885.

Pesona Kuliner Heng Mien

Heng Mien Tinoor - Hmmm ... sedap ...

Heng Mien Tinoor - Hmmm ... sedap ...

TINOOR, TOMOHON – Ruas jalan Manado – Tomohon nampak ramai. Siang itu deretan kendaraan beramai-ramai meninggalkan hiruk pikuk Manado. Ketika melewati desa Tinoor, nampaknya sudah saatnya makan siang. Beritamanado memilih restoran Heng Mien. Restoran ini  sudah dikenal banyak orang. Bayangkan, makan sampai puas, hanya dengan membayar Rp 16 ribu per
orang.

Nampak suasana restoran yang begitu ramai. Puluhan meja terisi penuh. Setiap meja dihidangkan 14 macam masakan. Hidangan terdiri dari berbagai jenis masakan. Ada babi smor (babi kecap), Tinorangsak, RW, Kolombi (Renga), Sayur Paku, Pangi, Brenebon, tak lupa Sate Babi dan Sate Ayam. Hidangan ini dipadu dengan nasi bungkus.

Menikmati makanan di Heng Mien Tinoor

Menikmati makanan di Heng Mien Tinoor

Pantas saja Heng Mien seperti diserbu pengunjung. Dengan harga murah dan meriah, tapi tidak meninggalkan kualitas masakan.
Sebabnya, kalau anda ke Minahasa, jangan lupa cicipi masakan di Heng Mien Tinoor.

Kuliner Ala Kita Waya Maleos-Leosan

Kita Waya Maleos-Leosan café garden

Kita Waya Maleos-Leosan café garden. Free wi-fi. Manado

Manado. Kalau hendak bersantap bersama teman, sekarang ini punya banyak pilihan. Beritamanado kali mencoba makan siang di Kita Waya Maleos-Leosan café garden. Dari daftar menu makanan yang disajikan, pengunjung dapat memilih beraneka masakan. Mulai dari masakan China, Jawa, Makassar sampai dengan makanan Kawanua. Suasana Kita waya nampak akrab dan mudah dijangkau. Terletak di depan eks bioskop Jaya Manado, sehingga memudahkan akses dari berbagai jalan.

Nampak, para pengunjung dengan lahapnya menikmati berbagai sajian yang ditawarkan. Tak lupa pula kalau ada pekerjaan kantor yang harus dikerjakan, fasilitas internet wi-fi tersedia. Dibagian lain ruangan, tampak pengunjung sedang ber-Face Book ria. Sambil menikmati es kacang brenebon susu, diselingi tawa tapi Face Book-nya on line terus. Jadi, kalau anda ke Manado, cobalah mampir di Kita Waya Maleos-Leosan café garden. Hmm sedaaap …

IKLAN

Dibaca lebih banyak orang setiap hari dari seluruh dunia! Tepat untuk promosikan usaha anda!
Iklan dan Promosi hubungi kami melalui form isian, klik disini


Log in - Hosted by Tadulako Hosting and design by WebManado.com