Ditulis oleh redaksi
Budaya
Feb 6, 2010

Koleksi Batu Giok Dan Pedang Samurai Jepang
MANADO - Setelah kalah Perang Dunia II dari pasukan Sekutu ditandai hancurnya Kota Hirosima dan Nagasaki, tentara Nipon Jepang merasa malu sehingga memutuskan harakiri (bunuh diri). Harakiri ala tentara Nipon biasanya dilakukan dengan menggunakan Pedang Samurai koleksi dari leluhur mereka turun-temurun.

Koleksi Batu Giok Dan Pedang Samurai Jepang

Koleksi Batu Giok Dan Pedang Samurai Jepang
Beberapa koleksi benda pusaka Pedang Samurai tentara Nipon Jepang berada di salah-satu warga di Kota Manado. Dua buah pedang masing-masing dengan panjang 120 cm dan 140 cm dibuat tahun 1517 dan 1819. Ada juga anak pedang (seperti pisau) berukuran sedang dan pendek juga batu giok.
Yang ingin melihat langsung koleksi Pedang Samurai itu bisa menghubungi nomor: 085240487935 dan 085211320766.
Ditulis oleh redaksi
Berita Utama, Budaya, Pariwisata
Feb 3, 2010

Kunci Tahun 2010 Kawanua USA. Waltz Line Dance dan Cha-Cha Line Dance.
USA, California – Dengan pekikan I Yayat U Santi, panglima perang Tomy Andries memimpin barisan prajurit Kabasaran berseragam merah menyala memasuki ruang Loma Linda Gym sambil mempermainkan pedang dan perisai membuka jalan bagi tamu-tamu yang berjalan santai dibelakangnya dipimpin Ketua Umum Kawanua USA Emile Mailangkay, diikuti Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua (K3) Jakarta Benny Tengker dan istri, Ibu Iyarita Mamoto, Ibu Rika Wowor, serta para undangan lainnya.
Rangkaian acara pada malam Kunci Tahun Baru 2010 tersebut berlanjut dengan nyanyian bersama Opa Wana Natas yang dipimpin Rina, Jean, Carla dan Yenny, diikuti dengan Doa Pembukaan oleh Pdt. Adrie Laatung.
Hadirin bertepuk tangan riuh dan terharu ketika limapuluhan ibu-ibu kawanua USA yang mengenakan kain tenun Pinawetengan beraneka warna menyanyikan lagu Minahasa Tanah Airku.

Kunci Tahun 2010 Kawanua USA
Tujuh vocal group turut ambil bagian malam tersebut, antara lain vocal group dari Rukun Tondano, Rukun Tomohon dan Rukun Tonsea. Parade kota-kota Minahasa merupakan acara santai yang nampak sangat disukai hadirin ketika mereka berbaris mengelilingi ruang pesta, naik ke atas panggung dan mengambil foto bersama kelompok rekan kota masing-masing.
Tari Katrili yang ditampilkan kelompok Juanita Tambanua yang datang dari Seattle Washington sebagai tarian pertama dari tiga tarian yang ditampilkan malam tersebut mendapat sambutan meriah penonton. Tarian lain adalah Waltz Line Dance dan Cha-Cha Line Dance yang ditarikan dengan lincah dan kompak oleh 36 ibu-ibu kawanua Los Angeles.
Acara Kunci Tahun Baru 2010 Kawanua USA yang diadakan pada Sabtu 30 Januari 2010 di kota Loma Linda California tersebut telah dihadiri oleh tidak kurang dari 1500 warga kawanua Los Angeles, dan kawanua yang datang dari kota-kota Washington D.C., New York, Las Vegas, dan Denver Colorado. Acara terakhir adalah acara bebas diramaikan dengan band pimpinan Semuel Tielman, yang berlangsung hingga pukul 12 tengah malam.(IJ)
Ditulis oleh redaksi
Berita Utama, Budaya, Pariwisata
Jan 27, 2010

Kawanua USA
California – Kawanua USA kembali menggelar kegiatan akbar dan kali ini pagelaran bertajuk “Malam Kunci Tahun Baru 2010 Kawanua USA” akan dilaksanakan di Loma Linda Academy, 10656 Anderson Street, Loma Linda, California, Sabtu 30 Januari 2010.
Acara akan diisi dengan tari-tarian, dance, vocal group, musik kolintang, caka-caka dan acara hiburan lain. Semua warga kawanua tanpa kecuali diundang untuk hadir ungkap salah satu panitia Jerry Rombot kepada BeritaManado.
Informasi lengkap dapat menghubungi panitia Kawanua USA:
- Anna Mamesah 909-503-3527
- Welly Rey 951-204-2545
- Jerry Rombot 760-702-7222
- Laureen Rambing 909-556-8097
- Meike Sumanti 909-709-9189
- Jimmy Manese 714-768-0575
Ditulis oleh redaksi
Agama dan Pendidikan, Berita Utama, Budaya, Pariwisata
Jan 6, 2010

KAWANUA USA Rayakan Natal
USA – Tidak kurang dari 1000 warga kawanua di Los Angeles pada Sabtu 2 Januari 2010 malam merayakan Natal dan sekaligus bertahun baru bersama. Acara diawali dengan bersama menyanyikan lagu Opa Wana Natas sambil para pendeta serta pengurus Kawanua USA berbaris memasuki ruangan. Berbagai paduan suara lokal melayangkan puji-pujian secara bergantian.
Khotbah bertema “Yesus Kristus Datang supaya manusia mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan” (Yoh 10:10) dibawakan oleh Pdt. DR. John Mambu.

KAWANUA USA Rayakan Natal
Lilin-lilin Natal dinyalakan oleh pengurus Kawanua USA, Konsul Jenderal RI Los Angeles Subijaksono Sujono dan sekitar 25 orang pendeta kawanua setempat sambil lagu “Malam Kudus” dinyanyikan bersama dengan khusuk. Selesai ibadah ketua umum Kawanua USA Emile Mailangkay memberi sambutannya, disusul dengan sambutan Konjen Subijaksono Sujono.

Pasang Lilin
Pada kesempatan itu kepada Konjen juga telah diserahkan plakat kenang-kenangan. Acara berikut berupa makan malam bersama ramah tamah, sambil band ‘Pantera’ pimpinan Sem Tielman melayangkan lagu-lagu hiburan tahun baru dengan para penyanyi Jean Jacob, Ricky Mamesah, Benny Lumowa.
Makanan serta kue-kue khas Minahasa disediakan secara sukarela oleh ibu-ibu kawanua. Seluruh acara yang berlangsung di gedung Loma Linda Academy di kota Loma Linda tersebut telah berlangsung dalam suasana kekeluargaan yang akrab. Wajah-wajah nampak puas dan tidak sabar menunggu acara berikut yaitu Malam Kunci Tahun Baru yang akan diadakan pada hari Sabtu 30 Januari 2010 di tempat yang sama.***
Ditulis oleh redaksi
Budaya, Pariwisata
Nov 9, 2009

Ketua Bid. Media & Publikasi Evang Stone Manopo, S.Th diapit William Rampangilei dan Sompie Singal
Jakarta – Panitia Peringatan 200 Tahun Perang Tondano yang diketuai oleh Laksma TNI William Rampangilei, Senin (09/11) mengadakan pertemuan dengan mantan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI (Purn) Bernard Kent Sondakh di Jakarta.
Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk memantapkan Seminar Sehari yang direncanakan akan diadakan pada 17 November 2009 di Restoran Bandar Djakarta yang berada di Kawasan Ancol, Jakarta.
“Besok (10/11) kami panitia akan merencanakan pertemuan dengan Gubernur Sulut SH Sarundajang dan Brigjen Pol Dr. Benny Mamoto, MSi yang juga merupakan Ketua Umum Institut Seni Budaya Sulut di Jakarta” ungkap Ketua Bid. Media & Publikasi Evang Stone Manopo, S.Th melalui telepon kepada beritamanado.
Ditulis oleh redaksi
Budaya, Kota Manado, Pariwisata
Sep 16, 2009

Alat Musik Raksasa yang diprakarsai oleh Kombes. Dr. Benny Mamoto, SH., MSi
Manado – Spektakuler! Kata yang cocok dialamatkan bagi daerah Sulawesi Utara. Betapa tidak, setelah sebelumnya tercatat di Guiness Book of records dua rekor dunia bidang olah raga pada iven Sail Bunaken yang lalu, kini Sulawesi Utara akan kembali mencatat rekor lainnya yaitu dibidang kesenian. Dua rekor dunia yang dipastikan adalah Alat Musik Kolintang dan Musik Bambu Terbesar di Dunia.
Berikut kronologis pencatatan rekor dunia yang didapat oleh beritamanado melalui Edwin Doni Ngangi:
1. Dua alat musik ini telah mendapat Sertifikat MURI (2006 – 2007).
2. Dua alat musik ini diikutsertakan dalam Parade Sail Bunaken, Agustus 2009 di Manado.
3. Ms. Lucia, sebagai wakil GWR dalam Rekor Selam Massal pada Sail Bunaken Event, saat Parade Sail Bunaken sempat menyaksikan dua alat musik ini.
4. Ms. Lucia menilai dua alat musik ini layak didaftarkan sebagai rekor dunia.
5. GWR telah cek dan ricek ternyata belum pernah ada jenis alat-alat musik sebesar itu dalam GWR.
6. Ms. Lucia mengontak sang pemrakarsa pembuatan dua alat musik ini, yaitu Kombes. Pol. Dr. Benny Mamoto, MSi.
7. Ms. Lucia memintakan spesifikasi dan tujuan pembuatan dua alat musik tersebut.
8. Setelah memenuhi semua kriteria maka diputuskan pada akhir Oktober 2009 akan dilakukan Penyerahan Sertifikat GWR di Manado.
9. Rencananya saat penyerahan sertifikat akan digelar “Pentas Musik Bambu dan Kolintang Massal.”
10. Pementasan ini juga diusulkan masuk dalam GWR.
11. Semoga pada Oktober 2009 bukan hanya 2 rekor dunia tetapi 4 rekor dunia yang akan masuk dalam GWR.
12. Dukung, Sukseskan, dan Doakan!!!!
Rekor MURI di Sulawesi Utara yang diprakarsai oleh Kombes. Dr. Benny Mamoto, SH., MSi., antara lain:
1. Internet Masuk Desa dengan sejumlah komputer dalam 1 mobil.
2. Alat Musik Bambu Terbesar.
3. Alat Musik Kolintang Terbesar.
4. Tinutuan (Bubur Manado) 5.000 porsi.
5. Perkedel Nike 10.000 buah (= Nike adalah ikan endemik di Danau Tondano).
6. Jagung Rebus >10.100 buah (jagung direbus di air panas bumi yang berada di Bukit Kasih).
7. Nasi kuning 2.000 bungkus (dibungkus menggunakan daun woka)
8. Replika Gereja dari gula batu/aren sebanyak 6 ton.
9. Makan Biapong/Ba Pao secara massal.
10. Pohon Natal dari Kacang Tanah.
11. Tari Mahamba massal (Tari Suku Bantik di Minahasa)
Ditulis oleh joly lainawa
Budaya
Aug 24, 2009

Sem Makaluase
MINAHASA – Perkembangan industri pengolahan hasil kelapa yang cukup pesat saat ini, ternyata tidak membuat masyarakat harus melupakan cara-cara pengolahan tradisional. Buktinya warga desa Kali kecamatan Pineleng kabupaten Minahasa saat ini sedang merencanakan acara budaya berupa lomba “cukur kelapa masal” . Rencana itu terus dimatangkan panitia, dimana tadi malam dirumah kediaman Sem Makaluase warga desa Kali itu, telah disepakati pelaksanaannya awal September 2009 dengan melibatkan sedikitnya 5000 orang pencukur kelapa tradisional yang nantinya akan masuk dalam catatan record dunia.
Menurut Sem Makalause panitia penyelenggara, kegiatan ini dalam rangka menggali kembali budaya masyarakat tentang cara membuat minyak goreng tradisonal, nantinya kata Makaluase warga akan terbiasa kembali mengelola minyak goreng sendiri seperti yang dilakukan pada masa-masa lampau.
“ Ini kan sangat bermanfaat bagi perbaikan ekonomi dan kesejahteraan warga, dimana warga bisa berhemat dengan mengurangi ketergantungan mereka terhadap minyak goreng hasil industri yang harganya terus menaik” tegas Sem.
Lebih lanjut dikatakannya cara membuat minyak goreng (minyak kelapa) itu kan tidak terlalu sulit, setiap keluarga bisa membuatnya sendiri , karena itu dengan lomba ini di harapakan ada motivasi di warga, apalagi potensi kelapa di desa mereka cukup menunjang.
Lomba cukur kelapa kemungkinan akan dipublikasikan secara luas, dimana panitia akan meminta bantuan para wartawan lokal maupun nasional untuk meliput kegiatan tersebut. Menurut Sem sejumlah tokoh budaya Sulawesi Utara sudah memberikan dukungan atas rencana itu.
Ditulis oleh christy
Budaya
Aug 15, 2009
anging Utara “si Merarei”
anging Timur “si Raki”
anging Slatan “reghes en Timu”
anging Barat “si Wa’at”
anging Timur-Laut “Ta’angan”
anging Ribut “Maèdolèwo”
anging Taputar “Sali’dek”
sabla Utara “Amian”
sabla Timur “Sedangan”
sabla Slatan “Timu”
sabla Barat “Talikuran
KATA TANYA = LELILA’AN WAWUIEN (bahasa Toundano):
siapa = sèi (b Toundano);
apa = sapa (b To);
bagaimana = kumura (b To);
kapan = kawisa (b To);
di mana = waki wisa (b To);
kenapa = ka’a (b To);
ada apa = em bawèan sapa (b To);
dengan siapa = wo si sèi (b To);
tinggal di mana = maena’ wisa (b To);
nama(ngaran) kamu(kou/nu) apa/siapa(sapa) = sapa ngaranu (b To).-
Thanks atas bantuannya = Makasè nèi mou i sawang.
Tuhan Yang Maha Esa yang ada bajaga ini dunya = Opo Empung minalar eng kaoatan”.
“sapa lèi yg so jaga kalu bukang mama dèng papa = sèi tarè sè minaror sa rei’ sè ina’ wo ama’ “.
jaga baiko (mengikuti) = mengi’it:
“dèpè mama jaga iko dèri dia anak prampuang pranggang lèi = si ina’ ena mengi’it nisia ka si wiko’ki’pè’ (wiko’-oki’-pè’).
jaga suru (di suruh2) = rerèoan:
“lantarang dia paling adè salalu dia dorang jaga suru = ka si taweng maoki-oki’la nisia rerèoanèa”.
jago (perkasa) = wuaya:
“laki2 jago dèpè kaka = si tuama wuaya si patuarina”.
jalang balènggang (jalan sambil melenggang) = mepayos:
Bert Toar Polii – LESTARIKAN BAHASA TONDANO
Ditulis oleh hanny
Budaya
Jul 24, 2009
Budaya – Selamat baku dapa torang samua, sapa enda kenal ini dua om mar ternyata ada kote tu dia pe arti om endi deng om alo dua-dua asal minahasa. Om ALO artinya sosok gurau yang kadang-kadang serius antara pura-pura bodoh tetapi sebetulnya cerdas/pande. Om ENDI artinya Sosok gurau berpribadi mendua antara malas utk sesuatu hal atau rajin disegi lain.
Ini torang mo menyanyi dulu bukang tu lagu om endi tukang mabo mar mo kemantar (menyanyi) lagu daerah (makatana) tu judul:
ESA MOKAN (hanya satu)
Esa mo kagenangku wia niko = Hanya satu peringatan pada mu
Tiamo manua rua genang ekaria = tidak usah mendua hati temanku
Mengale-ngale uman wia siopo wailan = bermohon pada Tuhan
Pakatuan wo pakalowiren cita nuwaya = Umur panjang,sehat walafiat kita semua
O INA NIKEKE (Oh Gadis)
O Ina nikeke,mange wisako = O gadis mau kemana
Mange aki wenang = pergi ke Manado
Tumeles baleko = membeli kue (kukis tradisional Minahasa)
Weane weane weane toyo = Berikan,berikan,berikan sedikit
Daimo siapa kotare makiwe = sudah habis baru kamu mau minta.
(lagu ini merupakan sebuah lagu yg secara liris merupakan bentuk sahut-sahutan antara anak laki2 (tuama) dan anak perempuan (wewene) Dan utk diketahui Baleko dalam bahasa Tonsea juga ialah Waleko (rumah) dan kata mange aki adalah bahasa Toulour,sedangkan Tonsea memakai mangewaki, Toutemboan biasanya mange tare.
Tidak gampang ternyata bahasa manado-minahasa (bahasa Internasional) ada juga kesamaan dengan bahasa negara lain, napa dia :
PORTUGIS———-MANADO-MINAHASA———-INDONESIA :
Kata SUAR———- SUAR————————Keringat
POMBO—————POMBO———————Merpati
CADEIRA————-KADERA——————–Kursi
MILHO—————-MILU————————Jagung
BATATA—————BATATA——————–Ubi
INTEIRO————–ENTERU——————–Utuh
PAI——————–PAI————————–Pisau
FRESCO————–FRESKO———————Segar(buah ini fr)
PAR——————-PAR————————–Sepasang
PRANCIS = Chapeau——Capio—-Topi
_________ Sagouier——-Saguer——Minuman dari phn enau
_________ Somber———Sombar——Gelap
_________ Fastidieux——Fastiu——–Bosan,jenu ,BERSAMBUNG….
SPANYOL = Garganta——–Gergantang———Tenggorokan
__________Caballo———–Kawayo————-Kuda
__________Cascado———-Kaskado————bakado,rengat
__________Cantar————Kantar————–Nyanyi
__________Garido————Garida————–tampan sering genit
__Bersambung…………..
BELANDA = Vork———-Forek—————–Garpu
_________Fatsoen——-Fasung—————Santun diartikan cantik
_________Smoesjes—–Smusis———-Alasan dicari2,rewel
_________Bruineboon——Brenebon——-Kacang merah
_________Verrekt———–Farek———-tidak urusan
_________Klacht————Klak———-Pengaduan***bersambung…
Hebatre tu torang pe bahasa makatana enda rugi mo blajar enda tako mo ilang jalang kalu pi di negara orang, masih byk lagi kesamaan nanti bersambung no…
inga-inga ini : Mange = Pergi___Maange = sedang melakukan tindakan pergi_____Minange = Baru melakukan tindakan pergi___Mangem = Sudah melakukan tindakan pergi____Mangepe = belum melakukan tindakan pergi____Mangeoka = akan melakukan tindakan pergi___Mangemo = Menyuruh pergi___Minangeo = sudah akan pergi
Pepatah mengatakan banyak berjalan banyak dilihat , banyak membaca banyak pengetahuan, deng mo bermohon kpd anggota dan petugas yg tahu bahasa daerah Minahasa (bhs subetnik = Bhs Tombulu, Tondanouw, Tondano, Tontemboan, Tonsea, Ratahan ato bhs manado) utk membuat percakapan dlm bahasa daerah tsb,utk lebih memudahkan orang lain utk belajar bahasa bahasa Makatana (biar cuma percakapan pende2 ) ok makase banyak samua, I Yayat U Santi. GOD BLESS MANADO – MINAHASA – Thoyib Kembuan.
Ditulis oleh christy
Budaya
Jun 7, 2009

Makaaruyen - Petikan gitar dan Jukulele (Juk) mengiringi kedua penyanyi yang sudah tua.
MANADO – Petikan gitar dan Jukulele (Juk) mengiringi kedua penyanyi yang sudah tua. Tanpa ada melodi yang rumit, kedua penyanyi melantunkan syairnya dengan nada yang harmonis. Liriknya dalam bahasa Makatana. Ada dalam bahasa Tontemboan, ada pula dalam bahasa Tombulu dan bahasa sub etnis Minahasa lainnya. Itulah Makaaruyen.
Lama tak terdengar, Makaaruyen seakan tenggelam dengan hingar bingar musik pop. Institut Seni Budaya Sulawesi Utara kembali menggelar lomba Makaaruyen. Seperti menemukan kembali warisan seni budaya Minahasa yang sudah berumur lebih dari 50 tahun.
Di Manado Cenvention Center, Makaaruyen kembali menemukan pencintanya. Tepuk tangan penonton menyambut kedatangan kembali kekayaan musik tradisional Makaaruyen.