Ditulis oleh redaksi
Berita Utama, Pariwisata
Mar 8, 2010
BUNAKEN - Selain turis mancanegara, Pulau Bunaken yang terkenal dengan Taman Laut ternyata ramai dikunjungi warga lokal dari Kota Manado dan sekitar. “Ingin berwisata pantai, di Bunaken saja! tidak usah jauh-jauh apalagi sampai ke luar negeri,” ujar Fancy Pangkey, warga Manado yang asyik snorkling di pantai Bunaken.

Snorkling di Pantai Bunaken (Foto Beritamanado)
Pantauan beritamanado, akhir pekan atau hari libur menjadi waktu favorit warga Manado dan sekitarnya datang berekreasi di Pulau Bunaken dan snorkling menjadi aktifitas favorit turis lokal.
Snorkling di pantai Bunaken sangat mengasyikkan karena bisa dilakukan siapa saja termasuk yang tidak tahu berenang, “sangat menyenangkan, saya baru pertama kali snorkling,” tutur Marline Runtu, gadis cantik warga Singkil. Namun demikian snorkling yang tidak teratur dikuatirkan dapat merusak terumbu karang, pemandu wisata siap membantu wisatawan yang tidak tahu berenang untuk snorkling.

Aneka Souvenir Dijajakan (Foto Beritamanado)
Menarik juga di tempat wisata yang sudah mendunia ini, dijajakan aneka souvenir dengan harga terjangkau. Souvenir dijual dengan harga bervariasi antara lima ribu hingga sepuluh ribu rupiah. Juga dijual aneka makanan di kios-kios dilengkapi tempat-tempat perteduhan.

Tersedia Aneka Makanan (Foto Beritamanado)
Bagi yang ingin menginap belasan cottage di Pulau Bunaken dan sekitarnya yang disiapkan pihak pengelola bekerja-sama dengan pihak swasta dengan fasilitas memadai. Sewa kapal keseluruhan Manado-Bunaken untuk jenis katamaran seharga Rp 750.000 maximum 20 orang.
So.. (JRY)
Ditulis oleh redaksi
Berita Utama, Pariwisata
Mar 3, 2010

Objek Wisata Bukit Kasih Kanonang (Foto Beritamanado)
KAWANGKOAN - Kecamatan Kawangkoan di Kabupaten Minahasa Sulawesi Utara, terletak didataran tinggi berjarak 45 km kearah selatan dari pusat kota Manado. Dengan suhu udara dingin memiliki ciri khas Kacang Kawangkoan dengan rumah kopi Sarina, Gembira, Toronata dan tempat persinggahan lainnya.

Kacang Kawangkoan (Foto Beritamanado)
Kawangkoan menjadi tempat favorit masyarakat Minahasa dan sekitarnya bahkan warga diluar Sulut. Didaerah ini terdapat beberapa tempat pemandian air panas, objek wisata Bukit Kasih di Desa Kanonang dan Pacuan Kuda di Tompaso yang berjarak hanya 2 km dari pusat kecamatan Kawangkoan.
So.. Anda yang belum pernah datang disini, mari menikmati keindahan alam dengan budaya dan keramah-tamahan masyarakat Tountemboan. Kawangkoan adalah daerah yang penuh nuansa keberagaman etnis, agama dan budaya dihiasi pemandangan alam yang indah nan eksotis. (JRY)
Ditulis oleh redaksi
Berita Utama, Pariwisata
Mar 1, 2010

Kerajinan Tanah Liat dan Anyaman Bambu Kinilow (Foto Beritamanado)
TOMOHON – Aneka kerajinan tangan terbuat dari tanah liat dan anyaman bambu dipajang di kios-kios di tepi jalan raya Manado-Tomohon di Desa Kinilow, Kota Tomohon, Sulawesi Utara.
Aneke kerajinan ini selain untuk kebutuhan masyarakat Sulawesi Utara juga menarik wisatawan. Flora salah-satu pemilik kios berujar, kerajinan tangan ini dibuat oleh warga Desa Kinilow dan sekitarnya dan tujuan pemasaran diutamakan untuk warga Minahasa dan daerah lain di Sulut, karena kebanyakan yang diproduksi adalah alat-alat kebutuhan rumah-tangga. (JRY)
Ditulis oleh redaksi
Berita Utama, Pariwisata
Feb 27, 2010
LIKUPANG – Objek Wisata Pantai Surabaya di Likupang Minahasa Utara, masih menjadi primadona wisata pantai masyarakat Sulawesi Utara. Setiap hari terutama saat akhir pekan pantai Surabaya diluberi warga yang datang dari berbagai daerah.

Pantai Surabaya di Likupang Minut (Foto Beritamanado)
Pantauan beritamanado, fasilitas umum seperti water closet (WC), tempat pertemuan dan fasilitas lainnya dibangun disini namun sayang faktor kebersihan masih kurang mendapat perhatian, terlihat banyak sampah bertebaran dimana-mana.
Beberapa warga mengaku sudah beberapa kali datang tapi ada juga yang baru pertama kali datang di pantai Surabaya, “saya cukup puas berekreasi disini tapi di beberapa tempat masih terlihat kotor,” ujar Agustin warga Tondano. Pengunjung juga mengeluhkan tidak ada penjaga pantai disini, “kalau di Bali setiap objek wisata pantai disiapkan penjaga pantai tapi di daerah ini tidak ada,” keluh Renhard Tulong, warga Manado yang berdomisili di Jakarta.
Kondisi jalan dari pertigaan Likupang sampai ke lokasi pantai Surabaya terlihat sudah baik walaupun ada beberapa bagian yang berlubang. (JRY)
Ditulis oleh redaksi
Berita Utama, Hotel, Politik dan Pemerintahan
Feb 23, 2010

Tabea, Hotel Aston Manado!
MANADO – ”Tabea, Selamat pagi,” begitu sapaan pertama petugas security setiap kali masuk pintu Hotel Aston Manado. Mereka juga bersikap ramah, ketika memeriksa tas bawaan di dekat alat metal detector. Dan biasanya, sesampai di meja resepsionis, sapaan serupa kembali diucapkan. Saya sempat heran, apa maksud karyawan hotel menyampaikan salam khas Minahasa tersebut.
Di meja resepsionis, saya berjumpa dengan gadis Minahasa bernama Liane Lantang. Kemudian, karyawan Hotel Aston ini bercerita, bahwa ‘tabea’ merupakan sebuah ‘salam pembuka’ yang ditujukan ke para tamu hotel. Yang saya tahu, ‘Tabea’ adalah bahasa Totemboan, salah satu dari sekian bahasa daerah di Minahasa. Saat ini, salam hangat itu digunakan sebagai icon salam pembuka, bagi setiap tamu yang datang.
Saya kagum dengan icon salam pembuka ini. Mungkin, ini bisa menjadi brand positif, dalam upaya merangsang tingkat hunian hotel. Tapi bagi saya, mempopulerkan bahasa daerah, meski hanya satu kata, sudah merupakan upaya melestarikan nilai-nilai budaya luhur.
Sejalan dengan era otonomi daerah, Minahasa telah berkembang, dan terbagi dalam beberapa kabupaten, yakni Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Tenggara dan Minahasa Selatan. Saya jadi ingat sewaktu masih kecil dulu, warga kampung Tareran Minahasa Selatan saling menyapa dengan mengucap ‘Tabea’. Salam ini begitu akrab dengan di telinga, apalagi disampaikan dengan senyum ramah.

Jackson Kumaat
Penduduk Sulawesi Utara terdiri atas tiga kelompok etnis utama, masing-masing Suku Minahasa, Suku Sangihe dan Talaud, dan Suku Bolaang Mongondow, Masing-masing kelompok etnis terbagi pula subetnis yang memiliki bahasa, tradisi dan norma-norma kemasyarakatan yang khas. Inilah yang membuat bahasa di provinsi itu terbagi dalam Bahasa Minahasa (Toulour, Tombulu, Tonsea, Tontemboan, Tonsawang, Ponosakan dan Batik); Bahasa Sangihe Talaud (Sangie Besar, Siau, Talaud); dan Bahasa Bolaang Mongondow (Mongondow, Bolaang, Bintauna, Kaidipang). Namun demikian, Bahasa Indonesia digunakan dan dimengerti dengan baik.
Ketika liburan Natal lalu, saya berkunjung ke rumah orang tua di Desa Lansot Tareran Minahasa Selatan, ucapan salam serupa kembali terdengar. Inilah kebanggaan saya sebagai warga Sulut. Jika di Tanah Batak ada sapaan ‘Horas’, ternyata di daerah saya juga masih terpelihara sapaan ‘Tabea’.
Sambil menikmati sop buntut goreng di Cinammon Resto Aston, saya kembali disapa oleh seorang karyawan hotel. Namanya Priehadono Setiabudhi. Ia pun menyapa, ”Tabea, selamat pagi Bung Jacko” Jelas–A’a panggilan pria itu—bukan orang Minahasa. Tapi, ia menganggap sapaan itu memang cool untuk diucapkan, karena memiliki aura positif dalam berkomunikasi.
”Sop buntut gorengnya maknyos lho, tanpa MSG,” kata Assistant Food Beverage Manager itu, berpromosi. Lidah memang tak dapat berdusta. Cita rasa Indonesia memang kaya raya dan rasa. Ucapan salam pembuka yang selaras dengan hidangan Nusantara.
Penulis: Jackson Kumaat
Ditulis oleh redaksi
Berita Utama, Pariwisata
Feb 23, 2010

Aneka Souvenir (Foto Beritamanado)
MANADO – Rumah Promosi Wenang Asri yang bekerja-sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut terletak di Jalan Samratulangi, dekat Pusat Kota Manado adalah salah-satu rumah promosi yang memperkenalkan dan menjual aneka kerajinan souvenir bagi wisatawan yang berkunjung di Sulawesi Utara.

Welmus Masoli dan Aneka Souvenir (Beritamanado)
Aneka souvenir berasal dari berbagai daerah di Sulut dijajakan sangat menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara. “Kami mempromosikan berbagai kerajinan dalam bentuk cendramata produsi asli masyarakat Sulut,” ujar Welmus Masoli, penjaga rumah promosi yang sudah bekerja selama sembilan tahun disini.
Pantauan beritamanado, rumah produksi seperti ini masih sangat kurang di Sulut. Pemerintah diharapkan bisa membantu menumbuhkan sektor usaha kecil sebagai penunjang utama sektor pariwisata. Bantuan kredit UMKM akan merangsang sektor-sektor penunjang pariwisata lainnya. (JRY)
Ditulis oleh redaksi
Pariwisata, Sangihe, Talaud, Sitaro
Feb 22, 2010
SIAU — Bakal hadirnya investor bergerak dibidang perhotelan nasional, Ilham Habibie pada 7 Maret mendatang di Sitaro langsung disikapi Pemkab Sitaro. Kedatangan putra mantan Presiden RI, BJ Habibie ini setelah sebelumnya bertemu dengan Bupati Toni Supit SE MM yang berkeinginan mendirikan cottege di Pulau Malumpitaeng.
Supit pun sangat serius menerima investor yang ingin menanamkan usahanya di Sitaro. Ini dibuktikan dengan melakukan peninjauan ke pulau yang sarat dengan panorama wisata pantainya. “Memang Pak Ilham akan datang ke Sitaro 7 Maret mendatang. Dia begitu terpesona dengan Sitaro dan rencananya beliau akan nginap satu malam di Malumpitaeng dan semalam di hotel Jakarta,” ujar Supit kepada wartawan.
Lanjut bupati pilihan rakyat ini, Ilham berkeinginan mendirikan cottege mengingat wisata pantai begitu ‘menjual’ di daerah berjuluk Karangetang Mandolokang Kolo-Kolo (Karamando) ini. “Pada prinsipnya pemkab berusaha memberikan pelayanan yang terbaik bagi investor yang ingin berinvestasi di daerah ini. Sebab nantinya sektor pariwisata semakin bergairah dengan adanya cottege atau hotel berbintang,” sambung Supit.
Dan Jumat (19/2) kemarin bersama sejumlah pejabat lainnya melihat dari dekat keindahan pulau Malumpitaeng. Didampingi istri tercinta Ny Eva Supit Sasingen menumpangi speed milik pemkab melakukan penyisiran ke pulau tersebut.(nadine)
Ditulis oleh redaksi
Berita Utama, Kuliner
Feb 20, 2010

Nasi Kuning Saroja
MANADO - Kios Nasi Kuning Saroja di Manado sudah ada sejak tahun 1970-an. Dibuka dari pukul lima subuh hingga pukul sepuluh malam, Kios Saroja setia melayani warga Kota Manado dan sekitarnya dengan menu nasi kuning spesial dengan harga Rp 11 ribu seporsi.

Nasi Kuning Saroja
Nasi Kuning Saroja sangat digandrungi warga Manado dan sekitarnya, sejak dibuka pagi hari tidak henti-hentinya masyarakat datang makan langsung ditempat ini atau dibungkus. “Saya sudah berlangganan disini sejak tahun 1986,” ujar Milton, warga Wanea. (JRY)
Ditulis oleh redaksi
Pariwisata
Feb 13, 2010
MANADO - Rencana maskapai penerbangan Air Asia menutup jalur penerbangan rute Manado-Kuala Lumpur dikuatirkan akan berdampak negatif bagi industri pariwisata Sulawesi Utara.
Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Marieta Kuntag mengatakan, penerbangan Air Asia selama kurang lebih setahun telah meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke Sulut sehingga jika ditutup akan berpengaruh pada pariwisata daerah ini.
Rencana penutupan ini berkaitan dengan sedikitnya jumlah penumpang rute Manado-Kuala Lumpur yang tidak sesuai dengan biaya operasional maskapai Air Asia. (JRY)
Ditulis oleh redaksi
Pariwisata
Feb 8, 2010
MANADO – Dalam rangka merayakan HUT PDI-Perjuangan tahun 2010, DPD PDI-Perjuangan Sulut akan menggelar Rally Wisata dengan rute Bitung, Tomohon, Minahasa, Bolmong Raya dan finish di Manado.
Rally Wisata akan dilaksanakan 9 hingga 10 Februari 2010 yang memperebutkan sejumlah hadiah dari Ketua Umum DPP PDI-Perjuangan, Megawati Soekarno Putri. Peserta rally tidak dipungut biaya pendaftaran.
Menurut John Seduk salah-satu panitia pelaksana, selain merayakan HUT PDI-Perjuangan, Rally Wisata ini juga bertujuan lebih memperkenalkan potensi wisata alam Sulawesi Utara kepada masyarakat. (JRY)