Berita Foto II : Objek Wisata Pantai Indah Kalasey

Penginapan Rumah Panggung (Foto BM)

Berita Foto : Objek Wisata Pantai Indah Kalasey

Ramai Dikunjungi (Foto BM)

Pondokan Tempat Acara (Foto BM)

Jumat Besok, Grand Final Pemilihan Kasili dan Sangiang Sitaro

Tarian 4 Wayer, Salah-satu Tarian Tradisional Sitaro

SITARO - Jumat (13/08) besok, adalah malam grand final pemilihan Kasili dan Sangiang Sitaro. Kegiatan yang bertujuan menggali potensi pariwisata muda-mudi Sitaro ini telah dibuka Jumat pekan lalu oleh Bupati Kepulauan Sitaro, Tonny Supit, bersamaan dengan hari lingkungan hidup sedunia.

Kegiatan sepekan ini dipusatkan di Aula Kadademahe Ondong. Sementara untuk grand final Jumat besok di Aulau Narwastu Ulu, dimulai pukul 19.00 WITA.

Pemilihan Kasili dan Sangiang, juga dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-65, diisi dengan berbagai kegiatan ceramah, olahraga dan kesenenian.

Pembicara yang dihadirkan diantaranya, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Sitaro, Drs Alfianus Marthin, Ketua Tim Penggerak PKK Ny E. Silangen-Supit, Kabid Destinasi Disparbud Jimmy Derry SPd dan beberapa pembicara dari luar daerah.

Kecelakaan Kapal, Tamparan Keras Pariwisata Bunaken

Objek Wisata Pulau Bunaken (Foto BM)

Manado – Kecelakaan kapal dari Bunaken yang mengakibatkan tewasnya Anggota komisi III DPR RI, merupakan tamparan keras bagi pariwisata di Sulut khususnya Bunaken. Hal ini ditegaskan personil Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Paula Singal kepada wartawan. Dikatakannya ketika alat transportasi kita tidak memadai dan berakibat fatal membuat promosi pariwisata yang terus didengungkan selama ini tercoreng.

Makanya dimintakan kepada aparat kapolisian melakukan tindaklanjut dan menseriusi lebih dalam peritiwa kecelakaan kapal yang menewaskan anggota DPR RI dan istri anggota DPR tersebut. “ Extra kerja keras aparat mengungkap kasus ini setidaknya dapat memberikan pencerahan terhadap alat transportasi yang telah mencoreng pariwisata, mengingat hal ini telah menjadi tamparan keras bagi kita, “ ujar Singal. (IS)

Sumendap: Tutup Pelayaran Bunaken

Manado – Pasca kecelakaan kapal yang menewaskan anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, serta isteri dari anggota komisi lainnya di Dermaga pelabuhan Manado, usai berlayar dari Taman laut Bunaken, menyisakan luka bagi nama baik kawasan wisata Bunaken.

Hal inilah yang membuat Dewan Provinsi Geram. “Harus Ditutup sekarang juga itu jalur pelayaran ke kawasan Wisata Bunaken, dari pada menimbulkan kembali korban,” tegas anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut, James Sumendap kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Ketika ditanya apa yang menjadi alasan utama hingga perlu ditutup, Sumendap menjelaskan selama transportasi lautnya hanya dipenuhi kapal-kapal usang serta tak adanya alat-alat keselamatan penumpang, sebaiknya ditutup sementara ketimbang dibiarkan kemudian membawa masalah dikemudian hari, bukankah lebih
berakibat buruk.

Pernyataan Sumendap mendapat dukungan dari Ketua Gerakan Mahasiswa Pemuda Indoneisa (GMPI) cabang Talaud, Hendra Ulalu. Menurutnya usulan Sumendap tidak salah. “Belajar dari pengalaman kecelakaan kapal tersebut, sudah sebaiknya jalur tersebut harus dilengkapi oleh saran-perasarana yang memadai termasuk kapal dengan standart keamanan yang memadai serta dermaga, agar keamanan lebih terjaga,” ungkap Ulalu. (IS)

Pariwisata Sulut Lesu

Objek Wisata Hutan Pinus dan Pemandian Air Panas di Desa Lahendong, Kabupaten Minahasa (Foto BM)

MANADO – Kurangnya ivent pariwisata pada bulan Juni 2010 menjadi penyebab turunnya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke daerah ini.

Menurut Kepala Bidang Statistik BPS Sulut, Novie Oroh SE, kunjungan wisman selama bulan Juni 2010 hanya 1.590 orang, atau turun 22,89 persen dibandingkan Juni 2009 lalu.

“Kunjungan untuk bulan Juni tahun lalu lebih banyak karena ada ivent WOC,” tutur Oroh.

Menurutnya lagi, wisatawan macanegara yang datang kebanyakan dari Singapura, Amerika Serikat dan Jepang.

Secara umum kunjungan wisatawan asing selama tahun 2010 ini menurun dan mengalami kelesuan.  (JRY)

Polisi Selidiki Penyebab Lain Kecelakaan Kapal

Pelabuhan Penyeberangan ke Pulau Bunaken di Marina Plaza, Dekat Pelabuhan Manado

MANADO - Kecelakaan kapal Lesa Jerro dekat dermaga Pelabuhan Manado, Sabtu (07/08) lalu, menewaskan anggota Komisi III DPR-RI, Setia Lesmana dan Wahyu Nurani, istri anggota Komisi III dari Partai Demokrat, Sutjipto.

Pihak Polda Sulut telah menahan nahkoda kapal bernama Alex, warga Kelurahan Sindulang, Kecamatan Tuminting, Manado.

Kabid Humas Polda Sulut, AKBP Benny Bella kepada wartawan mengatakan, penahanan ini untuk mempercepat penyelidikan penyebab lain tenggelamnya kapal.

Informasi lain , selain kondisi laut bergelombang besar, penyebab lain tenggelamnya kapal pengangkut wisatawan ke Pulau Bunaken ini adalah salah-satu mesin kapal mati yang mengakibatkan kapal kecil ini kehilangan keseimbangan.

Sementara, anggota DPRD Sulut dari PDI-Perjuangan, Steven Kandouw mengatakan, Pemkot Manado harus lebih memperhatikan fasilitas pengangkut wisatawan terutama kondisi kapal dan alat-alat pengaman ke Pulau Bunaken.

“Pemerintah harus menyiapkan fasilitas lengkap dengan standart keamanan yang terjamin,” tegas Ketua Komisi II Deprov Sulut ini, kepada wartawan, Senin (09/08).  (JRY)

Rumah Es Miangas

Rumah Es Miangas di Kelurahan Tikala Ares (Foto Beritamanado)

MANADO – Rumah Es Miangas di Kelurahan Tikala Ares, Kecamatan Tikala, Manado adalah tempat fovorit masyarakat untuk sejenak melepas dahaga. Selain menjual es kacang brenebon, juga tersedia gohu, rujak dan kue basah.

Setiap Hari Ramai Pengunjung (Foto BM)

Dari namanya, Rumah Es Miangas, letaknya tepat disamping Jembatan Miangas yang berjarak sekitar 2 km dari Pusat Kota Manado.

Setiap hari dari pagi hingga sore, tempat ini banyak dikunjungi masyarakat Manado dan sekitarnya. Sore hari pada jam pulang kerja, pengunjung banyak didominasi pekerja swasta dan pegawai kantoran.  (JRY)

Berita Foto : Anggrek Larat di Pekarangan Keluarga Sualang-Pangemanan

Anggrek Larat (Foto Beritamanado)

Esmeralda Rosita Terpilih Ratu Bunga 2010

Ratu Bunga 2010, Esmeralda Rosita

TOMOHON - Malam puncak pemilihan Ratu Bunga Indonesia tahun 2010, yang digelar di Auditorium Bukit Inspirasi Tomohon, Sabtu lalu, menobatkan Esmeralda Rosita dari Jakarta Timur sebagai Ratu Bunga 2010.

Esmeralda mampu menyisihkan 27 kontestan lainnya dari berapa puluh provinsi di Indonesia. Setelah menjalani masa karantina selama tiga hari di Novotel Manado, dari 28 kontestan, pada malam puncak tinggal menyisakan 10 kontestan, kemudian dewan juri memutuskan 3 finalis yaitu, Serli Ernawati (20) dari Batam, Esmeralda Rosita (19) dari Jakarta Timur dan Christiani Wowor dari Tomohon.

Ketiga finalis menjawab pertanyaan dari dewan juri masing-masing, Winarno Sudjas mewakili Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Walikota Tomohon Jefferson Rumajar dan beberapa dewan juri lainnya. Melalui proses penilaian yang ketat akhirnya Esmeralda Rosita, gadis cantik asal Jakarta Timur ini dinyatakan sebagai pemenang Ratu Bunga 2010.  (JRY)

IKLAN

Dibaca lebih banyak orang setiap hari dari seluruh dunia! Tepat untuk promosikan usaha anda!
Iklan dan Promosi hubungi kami melalui form isian, klik disini


Log in - Hosted by Tadulako Hosting and design by WebManado.com