Lela : Macet Karena Tidak Ada Terminal Singgah

Anggota DPRD Manado, Sonny Lela (Foto BM)

MANADO – Salah-satu penyebab kemacetan lalulintas di ruas Boulevard hingga Zero Point Pusat Kota dan Jalan Sam Ratulangi adalah aktivitas angkutan kota yang jumlahnya ribuan unit.

Lahan Kosong di Marina Plaza Bisa Dijadikan Terminal Singgah (Foto BM)

Anggota Dekot Manado dari Partai Buruh, Sonny Lela meminta agar Pemkot Manado  menyediakan terminal singgah untuk angkot menurunkan dan menaikkan penumpang di sekitar pusat kota.

“Jumlah kendaraan yang menuju pusat kota tidak seimbang dengan infrastruktur jalan yang ada. Mestinya ada terminal singgah atau terminal putar untuk angkot. Selama ini mereka (sopir angkot) seenaknya menaikkan dan menurunkan penumpang ditengah jalan. Jadi selama ini sopir angkot menjadikan jalan raya sebagai terminal, ini tidak benar!” tegas Lela yang terkenal kritis ini.

Lela mengusulkan pemerintah bisa mengambil sebagian lahan 16 persen di kawasan Megamas dan Marina Plaza untuk dijadikan terminal singgah.

“Pemerintah selalu hanya memberikan izin pembangunan kawasan perbelanjaan tapi tidak berpikir orang yang datang berbelanja. Perhatian harus seimbang, masyarakat juga perlu kenyamanan tidak terjebak macet!” pungkas Lela.  (JRY)

Hampir Sepekan Uji Coba JSU, Pusat Kota Masih Macet Total

Macet Total di Boulevard (Foto BM Rabu,01/09 Sore)

MANADO - Uji coba lalulintas Jalur Satu Arah (JSA) sudah berlangsung hampir sepekan. Pantauan beritamanado, Rabu Sore – Kamis Pagi (01-02/09) terlihat masih terjadi kemacetan luar biasa di pusat kota Manado.

Macet di Belakang Multi Mart, Bank Sulut, Zero Point (Foto BM)

Sebut saja Jalan Boulevard depan kawasan Megamas sampai belakang Multi Mart (MM), Zero Point dan Jalan Samratulangi sampai BCA. Namun di ruas lain terlihat jalanan mulai longgar, sesudah BCA sampai Tanjung Batu, namun kembali macet di simpang tiga ke Rike sampai Wanea Plaza.

“Sampai sekarang belum ada perubahan, masih tetap macet,” aku seorang Polantas yang berjaga di sekitar Zero Point.  (JRY)

Manado Tren Pengamen Rohani

Pengamen dari Yayasan Bunga Bakung Gereja Bethel Jalan Sea Malalayang (Foto BM, Rabu, 01/09 Malam di Rumah Makan Samrat Abadi)

MANADO - Mencari uang dengan cara mengamen tidak hanya dilakukan anak-anak jalanan dan kelompok tertentu saja. Cara ini lagi menjadi tren di Kota Manado dilakukan kelompok anak muda gereja menggalang dana untuk kegiatan pelayanan. Otomatis yang dinyanyikan mereka adalah lagu-lagu rohani.

Pantauan beritamanado setiap hari, dibeberapa tempat makan seperti di Jalan Garuda, sepanjang ruas Samratulangi dari Titiwungen sampai Wanea, Jalan Bethesda dan Boulevard tampak kelompok anak-anak muda kreatif ini beraksi.

“Kami sedang mencari dana untuk kegiatan pelayanan,” ujar salah-satu pemimpin grup ngamen pemuda gereja.

Para pengunjung rumah makan juga merespon positif kegiatan mereka bahkan para pemilik rumah makan tidak keberatan aksi dari para pengamen dadakan ini yang biasanya berjumlah lebih dari lima orang.  (JRY)

Saafa Dukung PT Air Kerja Profesional

Anggota Dekot Manado, Syarifudin Saafa ST (Foto BM)

MANADO - Terkait kunjungan kerja Komisi B DPRD Kota Manado ke PT Air, kemarin, anggota Komisi B Syarifudin Saafa ST kepada beritamanado, Rabu (01/09) siang memaparkan hasil kunjungan.

Sidak komisi B ke PT Air dipimpin langsung Wakil Ketua Dekot, James Karinda SH MH didampingi, Ketua Komisi B Royke Anter, Sekretaris Hengky Kawalo SE, dan anggota-anggota, Sonny Lela, Bobby Daud dan Syarifudin Saafa ST.

Anggota DPRD diterima langsung Dirut PT Air, Ir Otniel Konjansow, para dewan komisaris dan pihak WMD.

“PT Air terus berupaya meningkatkan pelayanan  air bersih kepada masyarakat yang mendapat dukungan penuh dari pihak komisaris. Kita optimis pelayanan air bersih akan semakin baik walaupun saat ini belum memuaskan semua pihak,” ujar Saafa.

Menurut Saafa, saat ini ada 16 ribu pelanggan dan target PT Air akan dikembangkan sampai tahun 2011 mencapai 30 ribu pelanggan. Namun pihak dewan berharap PT Air tetap menjamin kebersihan air juga harga yang murah agar bisa terjangkau karena sangat berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.

“Secara pribadi saya ingin katakan kepada WMD bekerja secara profesional dibuktikan dengan pelayanan yang baik, tapi jika tidak, pihak dewan akan mengevaluasi kontrak kerja yang ada,” tegas anggota dekot yang terkenal kritis ini.  (JRY)

DPRD Desak Penyerahan Lahan 16%

Anggota Deprov Sulut, Teddy Kumaat SE (Foto BM)

Manado — DPRD Sulut mendesak pihak pengembang reklamasi bolevard Manado agar segera menyerahkan lahan 16%. Hal ini dikatakan oleh salah satu anggota DPRD Sulut Teddy Kumaat Rabu (01/09), mengingat lahan yang menjadi hak Pemerintah Kota Manado belum juga direalisasikan.

“Pemerintah Manado terlalu banyak memberikan toleransi soal penyerahan lahan 16%, akibatnya belum semua pengembang menyerahkan lahan tersebut. Dikasih hati maunya jantung, dan yang dirugikan adalah Pemerintah Manado sendiri,” jelas Kumaat.

Kumaat sendiri mendukung kebijakan Pjb Walikota Manado Robby Mamuaja yang bakal menempuh jalur hukum jika lahan tersebut belum juga diserahkan. Namun menurutnya, proses tersebut membutuhkan waktu yang lama dan masih haru menunggu. Jadi ia menyarankan agar Mamuaja memberikan deadline penyerahan lahan 16% yang tidak melewati tahun ini, dan jika tidak sikap tegas harus diambil yakni penutupan lahan.(EN)

Paransi Kecewa Sonny Tidak Bersaksi

Anggota KPU Manado Bidang Hukum, Eugenius Paransi (Foto BM)

MANADO – Kepada wartawan, Selasa (31/08), anggota KPU Manado, Eugenius Paransi mengungkapkan kekecewaannya karena Panwas Manado tidak berani memberikan kesaksian di Sidang Mahkamah Konstitusi (MK), Senin kemarin, terkait gugatan pemilukada oleh pasangan Hanny Joost Pajouw – Anwar Panawar.

“Saya kecewa Panwas tidak berani memberikan kesaksian padahal Ketua Panwas Manado, Sonny Pangkey berada di ruangan sidang. Kesaksian Panwas sangat berarti demi kelancaran persidangan,” ujar Paransi.

Ketua Panwas Manado, Sonny Pangkey kepada wartawan mengatakan alasan ketidaksiapannya menjadi saksi dikarenakan belum mendapat izin dari Bawaslu, namun menariknya sesudah sidang Pangkey baru menerima surat izin.

“Saya baru menerima surat izin sesudah sidang. Saya tidak mau melanggar aturan, kesaksian Panwas harus ada izin dari Bawaslu,” elak Sonny.  (JRY)

Ringroad Tahap II Dimulai Tahun Ini

MANADO – Guna mengatasi kemacetan lalu-lintas di Kota Manado, Pemprov Sulut akan mempercepat pembangunan Jalan Lingkar (Ringroad) tahap II yang menghubungkan kawasan Winangun sampai Malalayang dan Boulevard tahap II.

Dijelaskan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sulut, Alex Wowor kepada wartawan, Senin (30/08), khusus pembangunan jalan lingkar Winangun-Malalayang akan dimulai tahun ini, sementara pembangunan Boulevard II menunggu rampung pembangunan Jembatan Megawati.

“Pokoknya tahun ini pembangunan ringroad tahap II dimulai, ini mendesak seiring bertambahnya kendaraan,” jelas Wowor, usai pelantikan sejumlah pejabat Pemprov.  (JRY)

Jalan Gelap, Rawan Kecelakaan

Ruas Ringroad, Malam Hari Gelap Gulita, Lampu Jalan Tidak Menyala (Foto BM)

MANADO - Malam hari beberapa ruas utama di Kota Manado gelap, penyebabnya lampu jalan tidak menyala. Kondisi ini membahayakan pengguna jalan terutama pengendara mobil dan motor.

“Sudah ada tiang lengkap dengan lampunya, tapi jarang menyala,” tutur Noldy Manayang, yang tinggal di sekitar jalan AA Maramis, Senin (30/08) sore.

Kondisi serupa di jalan lingkar (ringroad) Manado. Pantauan beritamanado, setiap malam hanya beberapa lampu saja yang menyala, padahal sepanjang ruas ringroad dari simpang tiga ke Winangun sampai simpang tiga Maumbi telah dipasang tiang lampu.

“Kalau malam disini gelap sekali, tak jarang pengendara takut lewat untuk menghindar dari aksi kejahatan. Saat hujan ditambah tidak ada lampu maka  jalan ini menjadi sangat rawan kecelakaan,” ujar seorang pengendara mobil sambil mengingatkan.  (JRY)

Pengoperasian Bus Trans Kawanua Mubazir

Alat Transportasi BRT Kawanua Kurang Diminati (Foto BM)

MANADO - Bus Rapid Trans (BRT) Kawanua mulai beroperasi 6 Agustus 2009 lalu. Dilengkapi belasan shelter yang dibangun di sejumlah tempat di Kota Manado. Pengoperasian BRT merugi sehingga diserahkan ke Perum DAMRI.

Tidak Digunakan, Banyak Shelter Rusak (Foto BM)

Beberapa faktor penyebab gagalnya program BRT Kawanua yang digagas Pemkot Manado diantaranya, kebiasaan masyarakat Manado yang tidak sabar menunggu lama.

“Kalau bus sudah ada kami naik, tapi jika belum ada, kami tidak mau menunggu lama, lebih baik naik angkot,” ujar Missi Luther, warga Malalayang.

Faktor lainnya, banyak warga yang tidak mau berjalan kaki ratusan meter menuju shelter terdekat sehingga lebih memilih angkot atau motor ojek sebagai alat transportasi.  (JRY)

Saafa Minta Pemkot Periksa Kelayakan Alat Transportasi

Anggota Dekot Manado, Syarifudin Saafa ST (Foto BM)

MANADO - Menghadapi mudik lebaran anggota dewan mengingatkan Dinas Perhubungan Kota Manado melakukan pemeriksaan kelayakan fasilitas trasportasi darat dan laut untuk menjamin keselamatan penumpang tiba di tujuan dengan selamat.

“Kami berharap tidak terjadi kecelakaan bagi pemudik yang akan merayakan Hari Raya Idul Fitri di kampung halaman. Dishub harus melakukan cek lapangan karena faktor fisik kendaraan sangat menentukan keselamatan penumpang,” ujar anggota Dekot Manado dari PKS, Syarifudin Saafa ST.

Tranportasi laut tak luput dari perhatian Saafa. Menurutnya, lonjakan penumpang saat menjelang hari raya sering dimanfaatkan pemilik kapal untuk mengangkut penumpang berlebihan.

“Harus ditindak tegas jika ada kapal yang mengangkut penumpang dan barang yang tidak sesuai aturan karena sangat membahayakan penumpang di  perjalanan,” pungkasnya.  (JRY)

IKLAN

Dibaca lebih banyak orang setiap hari dari seluruh dunia! Tepat untuk promosikan usaha anda!
Iklan dan Promosi hubungi kami melalui form isian, klik disini


Log in - Hosted by Tadulako Hosting and design by WebManado.com