Mei
Stefanus Vreeke Runtu

Sudah Tujuh Warga KK Terinfeksi HIV/AIDS

KOTAMOBAGU – Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Kadis Dinsosnaker) Kota Kotamobagu (KK), Ir Taufik Alhabsy mengatakan perlu adanya lokalisasi penderita HIV/AIDS di KK untuk meminimalisasi penyebaran penyakit berbahaya yang belum ada obatnya.

Pernyataan itu berkaitan dengan data yang diperoleh Dinsosnaker yang menyebutkan saat ini telah tujuh warga KK positif menderita HIV/AIDS, jika tidak diantisipasi sedini mungkin penyebarannya akan semakin meluas.

Namun usulan Alhabsy ditolak Wakil Walikota Kota Kotamobagu, Tatong Bara. Menurut Tatong lokalisasi sama dengan melegalkan pertumbuhan HIV/AIDS yang bertolak-belakang dengan visi KK yaitu Sehat, Cerdas dan Berbudaya. Masalah HIV/AIDS di KK adalah masalah serius dan perlu dicarikan solusinya.  (JRY)

Tarkam Dumoga Dipicu Aksi Pemukulan

BOLMONG – Tawuran dua kampung yaitu Desa Toruakat dan Desa Pusian di Kecamatan Dumoga Timur yang terjadi hari Minggu lalu bermula dari aksi pemukulan.

Camat Dumoga Timur Christ Kamasaan mengatakan kejadiannya berawal saat seorang pemuda bernama Agrip berusia belasan tahun, warga Pusian pada Jumat (19/02), mengendarai sepeda motor menggunakan knalpot ribut melewati Desa Toruakat.

Bersama temannya lalu memukul seorang pemuda Warga Toruakat. Sesaat kemudian terjadi pengumpulan massa di dua desa tersebut. Sampai hari Sabtu pemerintah dan aparat masih bisa meredamnya, namun hari Minggu amukan massa tak terhindarkan dan terjadilah tarkam antar kampung bersebelahan itu.

Diketahui 21 rumah warga Desa Toruakat dan 2 rumah warga Pusian hangus terbakar dan 7 rumah hancur serta 3 unit sepeda motor hangus terbakar tinggal rangka.  (JRY)

TNI AL Menangkan Kasasi Tanah Adat 200 Hektare

BOROKO – TNI Angkatan Laut memenangkan kasasi atas lahan seluas 200 hektare di desa Pangkusa kecamatan Bintauna, yang oleh warga dianggap tanah adat. Warga mengancam akan melakukan perlawanan fisik jika lahan garapan mereka akan dieksekusi yang rencananya akan dilaksanakan, Selasa (19/01).

Menurut informasi diterima Wartawan, Senin (18/01), sengketa antara TNI AL dan warga sudah terjadi sejak tahun 1982 silam, bahkan warga sudah dua kali memenangkan persidangan yakni sidang Pengadilan Negeri (PN) Kotamobagu dan Pengadilan Tinggi (PT) Manado. Namun kasasi Mahkamah Agung (MA) memenangkan TNI AL.

Warga mengancam akan melakukan perlawanan jika eksekusi dilakukan karena lahan tersebut adalah tanah adat dibuktikan adanya kuburan Raja-Raja sejak Raja Bintauna pertama hingga Raja keenam.  (JRY)

Gubernur Diminta Ganti Kandoli

BOLTIM – Aktivis Boltim, Chendri Mokoginta kepada Wartawan, Selasa (12/01) mengatakan, warga Boltim menghendaki Gubernur Sulut, Drs SH Sarundajang segera mengganti Pjs Bupati Boltim, Kandoli Mokodongan.

Menurut Chendri banyak kebijakan dan perilaku bupati yang tidak menyenangkan warga Boltim seperti masalah CPNS dan bupati dianggap tidak dewasa jika menerima kritik dari masyarakat. Sikap seperti itu membuat warga Boltim saling mencurigai satu sama lain.

Diketahui, Senin (11/01) ratusan warga Boltim mendatangi kantor Bupati Boltim meminta Gubernur Sulut, Drs SH Sarundajang mencopot Pjs Bupati Boltim Kandoli Mokodongan karena dinilai tidak mampu menjalankan tugas dengan baik di Boltim. Massa datang dari beberapa kecamatan di Boltim.  (JRY)

Warga KK Kecewa DPRD Pelesir

KOTAMOBAGU - Wakil rakyat yang mestinya bekerja menjadi penyeimbang bagi pemerintah untuk mensejahterakan rakyat justru berbalik lebih mensejahterakan diri sendiri.

Hal ini ditunjukkan 25 anggota DPRD Kota Kotamobagu, tanpa alasan dan maksud yang jelas secara diam-diam melakukan pelesir ke pulau dewata Bali. Tragisnya menurut sumber staf sekretariat DPRD KK kepada wartawan, uang jalan para wakil rakyat berasal dari honor buru sampah yang dipangkas saat pembahasan RAPBD 2010.

“Jika benar mereka (anggota dewan) berangkat apalagi menggunakan uang buruh sampah maka hal ini sangat disesali, mudah-mudahan itu tidak benar,” ujar Arifin mokoagouw warga Kotamobagu.  (JRY)

Pertambangan Galian C Ilegal Marak Di Bolmong

BOLMONG – Sejumlah masyrakat Bolmong menyayangkan lemahnya penanganan pemerintah terhadap sejumlah pengusaha tambang yang tidak memiliki ijin eksploitasi galian C. Aktivitas penambangan ini dikuatirkan berdampak pada pengrusakan lingkungan.

Arifin Mokoagouw, warga Kotamobagu kepada beritamanado, Senin (14/12), mendesak Distamben Bolmong untuk bersikap tegas terhadap pengusaha tambang yang melanggar, “jika terbukti ada pelanggaran, pemerintah harus mencabut ijin operasi perusahaan itu,” tegas Arifin.

Kepala Distamben Bolmong, Ir Yudha Rantung kepada wartawan mengakui adanya kerusakan alam yang dilakukan sejumlah perusahaan pertambangan yang tidak memiliki ijin eksploitasi galian C. Menurutnya, semua dampak kerusakan lingkungan harus menjadi tanggung-jawab pengusaha tambang.  (JRY)

Sehan Aklamasi, KK Deadlock

MANADOMusyawarah Daerah Khusus (Musdasus) Partai Golkar Bolmong Timur (Boltim), dibuka Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Drs Theo Sambuaga sekitar pukul 16.00 WITA, dihadiri langsung Ketua DPD I PG Sulut Stefanus Vreeke Runtu, Ketua PG Bolmong Marlina Moha Siahaan, Wakil Ketua DPD I Sulut, Drs Syarial Damopolii serta beberapa pejabat lainnya.

Musdasus sepakat memilih secara aklamasi Sehan Mokoapa Mokoagow sebagai Ketua DPD II PG Boltim periode 2009-2015. Informasi yang diterima, susunan pengurus DPD II PG Boltim, Wakil Ketua I Hj Sumardia Modeong, Wakil Ketua II Sunarto Kadengkang, Sekretaris Sunardi Sumantha dan Bendahara Hj Lulu Bazmul.

Sementara Musda PG KK yang kedua kali berlangsung alot dan sempat deadlock sampai pukul 23.00.  Penyebabnya terjadi perdebatan antara sesama pimpinan sidang sementara  menyangkut status Ketua PG Kota Selatan Anwar Gonibala menggantikan Tony Paputungan.

Musda PG KK menampilkan dua bakal calon ketua, Drs Djelantik Mokodompit dan Hj Tuty Gobel, keduanya sama-sama ngotot. Informasi yang diterima beritamanado terjadi pembagian dukungan kepada kedua bakal calon yang diprediksi persaingan untuk menduduki Ketua DPD II PG Kota Kotamobagu akan berlangsung alot.  (JRY)

Butet Nonjobkan Dua Pejabat di Hari Libur

Bolmong – Bupati Bolmong Dra Hj Marlina Moha Siahaan (MMS) tiba-tiba menggelar rolling kabinet, di hari libur Sabtu (28/11/09) pecan lalu. Agenda ini terkesan langka karena dilakukan pada hari libur, juga dinilai cukup mengejutkan dan terkesan terburu-buru, apalagi bersamaan dengan jadwal pengumuman kelulusan CPNS.

Dua pejabat eselon II yang menjadi ‘korban’ rolling adalah Ir Dwi Dharma yang baru sebulan menjabat Kalakhar (Kepala Pelaksana Harian) Badan Narkotika Bolmong serta Drs Djek Damopolii sebagai Kepala Badan Kesbang, Politik dan Linmas. Keduanya kini non job, dengan status Diperbantukan Pada Sekda Bolmong.

Dwi Dharma diganti AKBP Dwi Setiawan P, SH yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Idik Narkoba Polda Sulut, sedangkan Damopolii digantikan Ida Bagus Ngurah Manuaba SH. Adapun jabatan yang ditinggal Manuaba, yakni Camat Dumoga Timur, di-Plt-kan kepada Eko Setianto SHut.

Sementara itu, diperoleh informasi bahwa roling itu baru tahap awal, karena akan dilanjutkan pada hari Senin ini. “Soalnya ada beberapa pejabat baru dari Kristiani, tidak bisa hadir kalau pelantikan dilakukan pada hari Sabtu, jadi diputuskan rolling akan dilaksanakan minggu depan,” kata sumber di BKD Bolmong.(IS)

3 Jembatan Rusak , 13 Desa terancam Terisolir

BOLSEL — Sedikitnya 13 belas desa yang berada di Kecamatan Posigadan terancam. Pasalnya sejak memasuki musim penghujan pada akhir tahun ini, tiga jembatan yang ada di wilayah tersebut belum juga di perhatikan oleh Dinas Pekerjaan Umum Provinsi.

Padahal  sudah hampir tiga tahun pascah banjir pada 2006 hingga kini belum di perbaiki. Tiga jembatan tersebut yaitu Jembatan Mamalia, Milangodaa dan Jembatan Milangodaa. Tiga jembatan itu merupakan jembatan penghubung utama ke daerah Ibukota Kabupaten  Bolsel dan ke Provinsi Gorontalo.

Sejumlah warga menuding dimana pihak PU tidak bertanggung jawab dan terkesan mengabaikan dengan kondisi tiga jembatan tersebut. “Ternyata Dinas PU ini pandang enteng so pe lama bagini jembatan ini belum juga bekeng padahla itu dana so ada” ungkap sejumlah warga Milangodaa.

Dimana mereka sudah trauma dengan bencana banjir yang merenggut harta benda mereka bahkan korban jiwa. Selain itu dengan memasuki musim hujan, tidak ada
alternative lain yang bisa di lakukan oleh warga selain hanya mulai rasa cemas. “ Kalu so hujan torang so mulai ba siap untuk mengungsi”tambah warga.

Dari pantauan, dimana tiga jembatan tersebut sudah semakin memprihatinkan. Dimana dari tiga  jembatan yang rusak yaitu jembatan Mamalia dan Manggadaa sudah miring dan jembatan Milangodaa hingga saat ini masih menggunakan jembatan darurut.

Sehingga bisa saja sewaktu-waktu putus di terjang banjir. Dari informasi warga, saat banjir menerjang lokasi tersebut  Jembatan Milangodaa yang panjangnya 200 meter dan mempunyai konstruksi yang kuat hanyut hingga ke laut bersama dengan perangkat besi yang ada. Bahkan salah satu buah alat berat eskavator tenggelam bersama lumpur tersebut.

Hingga kini kondisi warga yang berada di wilayah tersebut sudah mulai mempersiapkan diri menyusul ancaman luapan air sungai.

Fasilitas Vital RSUD-DB Dinilai Tak Memadai

KOTAMOBAGU – Sorotan tajam disampaikan personil Dewan Kota (Dekot) Kota Kotamobagu (KK), Rabu (4/11/2009)  terhadap fasilitas vital Rumah Sakit Umum Daerah Datoe Binangkan (RSUD-DB) yang kurang memadai.

Sorotan inipun disampaikan berdasarkan keluhan masyarakat dan pantauan ketua komisi tiga Dekot KK ini. Disampaikan fasilitas vital tersebut berupa kelengkapan operasi yang tidak memadai lagi, apalagi menyangkut kwalitas, makanya menurut Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini tak heran jika banyak rujukan ke rumah sakit (RS) lain.

Kondisi peralatan vital tersebut juga menurutnya membahayakan pasien operasi, termasuk ruangan yang kurang refresentatif, sebab tidak steril dari kuman-kuman, “Jangan heran jika banyak masyarakat enggan berobat di RSUD tersebut karena fasilitasnya meragukan. Terbukti kan banyak rujukan ke RS lain,” katanya.

Jika ini terus berlarut-larut, selain Kota Kotamobagu sebagai wilayah operasi RSUDDB tersebut berdampak negatif juga mengurangi pendapatan RS tersebut karana masyarakat enggan berobat disana.

Solusinya menurut mantan pegawai Garuda Air Line tersebut, Pemerintah Bolmong harus memberikan suntikan dana kepada RS tersebut, agar bisa memperbaiki fasilitas utama yang vital.

IKLAN

Tetty Paruntu

BeritaManado - Monthly Statistics for January 2010: Daily Avg > : 70.000 hits
Dibaca lebih banyak orang setiap hari dari seluruh dunia! Tepat untuk promosikan usaha anda!
Iklan dan Promosi hubungi kami melalui form isian, klik disini


Log in - Hosted by Tadulako Hosting