Mei
Stefanus Vreeke Runtu

Pasar Segar Manado, Pasar Moderen Pertama Di Sulut

Pembangunan Pasar Segar Manado  (Foto Beritamanado)

Pembangunan Pasar Segar Manado (Foto Beritamanado)

MANADO - Gubernur Sulut Drs SH Sarundajang meletakan batu pertama pembangunan pasar moderen pertama di Sulut di Kelurahan Paal 2, Kota Manado, Minggu (07/03) lalu. Pasar tradisional yang dikelola secara moderen ini dibangun PT Pasar Segar Manado dengan perusahaan induk BSA Land Jakarta.

Konsep Pasar Tradisional Dikelola Secara Moderen

Konsep Pasar Tradisional Dikelola Secara Moderen

Meifa, Sales Executive Pasar Segar Manado, kepada beritamanado, Rabu (10/03) siang menjelaskan, pasar segar menggunakan konsep pasar tradisional dikelola secara moderen ini menyiapkan fasilitas ruko sebanyak 50 unit, kios 232 unit dan lapak ratusan unit.

Menurut Meifa, animo masyarakat terhadap pembangunan pasar segar begitu tinggi terbukti 50 unit ruko yang belum dibangun semuanya sudah terjual dan untuk kios bisa dibeli dengan cara kredit dengan angsuran dua jutaan rupiah sebulan sementara los/lapak pihak managemen menggunakan sistem sewa.

Pasar Segar Manado di kelurahan Paal 2 ini dibangun diatas lahan seluas 1,4 hektar (lokasi ex. Sucointra) depan PT AIR Manado.  (JRY)

Jasa Raharja Sulut Gelar Diklat Sosialisasi SPO

Peserta Diklat Jasa Raharja

Peserta Diklat Jasa Raharja

MANADO – PT. Jasa Raharja Cabang Sulawesi Utara Jumat, pekan lalu menggelar Diklat Sosialisasi SPO Pengadaan Barang wilayah Indonesia Timur & Kalimanatan, terdiri dari Cabang Papua, Ambon, Kaltim, Sulsel, Sultra, Sulteng & cabang Sulut yang berlangsung selama 2 hari di Quality Hotel Manado, secara resmi dibuka oleh Direktur SDM & Umum H. Suntoro.

Dalam sambutan awalnya Direktur SDM & Umum menjelaskan sosialisasi ini dilakukan untuk mengantisipasi dini kesalahan – kesalahan procedural Administrasi dalam pelaksanaan Barang dan Jasa di lingkup Jasa Raharja.  Direksi SDM & Umum dengan adanya Sosialisasi ini diharapkan semua Cabang Jasa Raharja tidak akan  timbul permasalahan dikemudian harinya.

Yang namanya pengadaan barang dan jasa itu sangat sensitif sekarang, kesalahan sedikit saja bisa berakibat fatal untuk kita. Makanya kami ingin ada antisipasi dini untuk meniadakan kesalahan yang membuat kita justru harus berhadapan dengan hukum, ungkap H. Suntoro kepada para peserta yang terdiri dari para Kepala Cabang , Kepala Bagian , Kasubag & kanit di wilayah Indonesia Timur & Kalimantan.

Lebih Lanjut Suntoro meminta agar sosisalisasi ini bisa menjadi pegangan nanti ketika akan melaksanakan kegiatan pengadaan barang dan jasa. Jasa Raharja harus berubah, tak hanya pelayanan tetapi juga dari semua segi termasuk berhubungan dengan ini. Kegiatan sosialisasi ini sendiri berisikan sejumlah materi mengenai Barang dan Jasa. Sementara pembawa materi antara lain Kepala divisi Umum Budi raharjo, Kepala Urusan Hukum Isman, Inspektorat Intern Joko Sutomo dan Kepala Urusan Pengadaan Barang dan Jasa Poltje Kandou.

Konsultan PNPM Segera Terima Honor

MANADO – Setelah sebelumnya dipermasalahkan akhirnya honor konsultan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan segera dibayar.

Kepala Badan Pamberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Sulut, Ir Harfrey Sendoh kepada wartawan mengatakan, SK Honor Konsultan PNPM Mandiri Pedesaan sudah ditandatangani dan beberapa hari kedepan honor segera dibayar.

Namun Sendoh mengingatkan pencairan honor harus melalui mekanisme yaitu para konsultan harus melampiri bukti SPPD yang ditandatangani Camat setempat. Jika tidak menyertakan bukti yang diminta maka honor akan dipotong. Para konsultan juga disarankan untuk mengurus polis asuransi untuk menjamin dari kemungkinan kecelakaan kerja.  (JRY)

Semakin Ramai Pengunjung, Swalayan Borobudur Siapkan Hadiah Mobil

Swalayan Borobudur Paal 2  (Foto Beritamanado)

Swalayan Borobudur Paal 2 (Foto Beritamanado)

MANADO - Sejak dibuka akhir tahun 2005, Swalayan Borobudur yang terletak di bilangan Patung Kuda Paal 2 Manado semakin ramai dikunjungi pelanggan. Tahun 2009 lalu dibuka outlet baru yaitu departement store di lantai dua.

Bagi pelanggan setia Swalayan Borobudur siap-siap dimanjakan dengan hadiah tiga buah mobil yang disiapkan pihak pengelola yang akan diundi pada waktu tertentu.

Pengelola Wendy Santoso mengatakan, pelanggan hanya cukup mengisi formulir yang telah disediakan kemudian mendapat kartu langganan. Berbelanja 25 ribu akan mendapat satu koin, bahkan berbelanja tidak mencapai 25 ribu, jumlahnya tetap akan diakumulasikan setiap berbelanja.  (JRY)

Mobil Rental Laris Di Manado

MANADO - Tingginya kebutuhan transportasi masyarakat Kota Manado menjadikan bisnis transportasi terus bertahan bahkan mengalami peningkatan dalam jumlah armada mobil rental.

Mobil Rental TKB Depan Toko Trendy  (Foto Berita Manado)

Mobil Rental TKB Depan Toko Trendy (Foto Berita Manado)

Pantauan beritamanado, mobil rental telah merambah dimana-mana. Jika dulu mobil rental hanya ditemukan di kawasan Taman Kesatuan Bangsa (TKB) dan beberapa hotel berbintang, kini jumlahnya sudah sangat banyak dengan lokasi mangkal tersebar di banyak tempat.

“Kalau ke Kotamobagu saya tinggal telpon dan mereka akan jemput langsung di rumah,” ujar Jan Mokodompit, warga Kotamobagu yang tinggal di Kelurahan Lawangirung.

Begitu halnya mobil sewa harian di TKB, para sopir mengaku walaupun pelanggannya relatif namun setiap hari pasti banyak  yang datang, “rata-rata sewa disini seharga Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu, tergantung negosiasi, kalau langganan tinggal telpon kami bawa mobil ke rumahnya,” tutur Mat, warga Gorontalo yang mengaku memiliki tiga mobil jenis Avanza dan Xenia.  (JRY)

Bensin Eceran Tidak Aman

MANADO - Melintasi jalan di Minahasa dan sekitarnya hampir di setiap ruas akan terlihat pedagang bensin eceran volume satu liter dengan harga antara  lima ribu hingga enam ribu rupiah.

Bensin Eceran

Bensin Eceran (Foto Beritamanado)

Tentunya penjualan bensin eceran ini sangat membantu warga yang berkendaraan terutama pengendara sepeda motor, tidak perlu kuatir kehabisan bensin ditengah perjalanan.

Namun ada juga beberapa oknum penjual yang memanfaatkan kondisi ini dengan cara menjual bensin yang sudah dicampur minyak tanah. Suatu ketika beritamanado membeli satu liter bensin di pinggir ruas Manado-Tomohon, dari bensin tersebut tercium aroma minyak tanah.

Pengakuan yang sama juga diutarakan Fanny pengendara motor, dirinya mengaku beberapa kali membeli bensin eceran yang sudah dicampur minyak tanah, karena sangat darurat sehingga dirinya tidak menghiraukannya.

Bahan bakar bensin yang dicampur minyak tanah yang digunakan dikendaraan akan cepat merusak mesin kendaraan. Masyarakat pengendara dan pemilik kendaraan dihimbau untuk berhati-hati membeli bensin eceran karena ternyata bensin eceran tidak aman sekaligus mengharapkan kepada instansi terkait untuk melakukan operasi pengecekan terhadap para pedagang bensin eceran yang menjamur dimana-mana.(JRY)

Bank Sulut Rencanakan Go Public, Lepas 40% Saham ke Publik

Suasana Kantor Pusat Bank Sulut (foto Berita Manado)

JAKARTA – Bank Sulut menargetkan untuk go public pada akhir tahun ini dengan rencana pelepasan saham perdana (initial public oofering/IPO) diharapkan bisa 40% untuk menopang ekspansi bisnis berkelanjutan tumbuh 20%-25% per tahun.

Dirut Bank Sulut Jeffry J Wurangian menuturkan manajemen akan meminta persetujuan untuk initial public offering pada rapat umum pemegang saham tahunan yang akan dilaksanakan pada awal April mendatang.

“Kami sih sebenarnya ingin segera melakukan IPO. Kalau bisa di kuartal IV tahun ini. Tapi kami masih harus meminta persetujuan Pemda Sulut sebagai pemegang saham,” ujar Direktur Utama PT Bank Sulut Jeffry J Wurangian di Jakarta, Senin (22/2).

Jeffry menjelaskan, rencana IPO tersebut saat ini masih dalam kajian manajemen dan proses perizinan dari Pemda Sulut sebagai pemegang saham. Pasalnya, IPO akan membuat kepemilikan Pemda Sulut secara otomatis terdilusi.

“Kami inginnya sih bisa 40% agar bisa mendapat  keuntungan seperti insentif tax. Tapi itu tergantung pemegang saham. Nantinya, porsi pemerintah akan tetap mayoritas,” terangnya.

Dana hasil  IPO itu, terang Jeffry, nantinya akan digunakan untuk peningkatan modal serta ekspansi bisnis. Ke depan, Bank Sulut ingin dapat dapat lebih berpartisipasi dalam pembangunan Sulawesi Utara.  Selain itu juga, Bank Sulut juga mengincar  peningkatan kredit untuk sektor kecil menengah.

Pertumbuhan Sulut saat ini, menurut Jeffry sangat baik. Dimana pertumbuhannya, mencapai 8,8%. “Sementara untuk nasional kan 4%. Tentu ini menjadi peluang bagi kami,” paparnya.

Rencana IPO tersebut, ungkap dia, sudah menjadi kajian perusahaan sejak dua tahun lalu. Pihak manajemen juga sudah melakukan sosialisasi rencana itu kepada pemegang saham, untuk mendukung rencana itu. Namun prosesnya memang tidak mudah, sehingga peluang untuk dapat merealisasikan IPO itu, baru mungkin terealisasi tahun ini.

Tahun ini, Bank Sulut menargetkan peningkatan kredit sebesar 25%,menjadi Rp2,75 triliun, dari pencapaian tahun lalu sebesar Rp2,2 triliun. Peningkatan kredit tersebut akan dilakukan dengan memaksimalkan sektor UMKM (usaha menengah kecil mikro). Dimana tahun lalu, sektor tersebut baru memberi kontribusi sebesar Rp 220 miliar atau 10% dari total kredit.

“Porsi terbesar kredit memang lebih banyak ke PNS (pegawai negeri sipil) sebesar 90%, sisanya UMKM,” tegasnya. (*)

Xandramaya Lalu : Masih Ada Pelanggaran Nakhoda Asing

Xandramaya Lalu

MANADO – Kepala DKP Sulut, Xandramaya Lalu  mengakui masih ada pelanggaran nakhoda asing menakhodai kapal penangkap ikan di bawah 30 Gross Ton (GT).

“Sesuai aturan, tidak diperkenankan kapal di bawah 30 GT dinakhodai awak asing, tetapi yang terjadi masih ada yang belum sepenuhnya mentaati aturan ini,” kata Xandramaya Lalu. Xandaramaya mengatakan, tahun ini akan melakukan penertiban awak kapal penangkap ikan guna mencari data kapal mana saja yang masih gunakan nakhoda asing.

Sedangkan nakhoda nasional, kata Xandramaya, akan terus dilakukan pembinaan peningkatan kualitas sehingga mampu menggantikan peran tenaga asing.

“Masih banyak awak dalam negeri belum paham semua aturan yang berlaku termasuk profesionalisme yang dituntut saat ini untuk dilakukan bimbingan teknis secara berkala,” kata Xandramaya.

Salah satu syarat yang perlu dipahami lebih mendalam para nakhoda nasional, kata Xandramaya, yakni soal surat ijin mengemudikan kapal yang sudah ada perubahan. “Dengan semakin paham tentang aturan, maka nakhoda Indonesia diharapkan tampil profesional dan tidak kalah dibanding asing,” kata Xandramaya.

Kapal ikan di bawah 30 GT, kata Xandramaya, merupakan kapal yang paling banyak dioperasikan nelayan, untuk itu mereka harus diberi kesempatan menakhodainya. Xandramaya mengatakan nakhoda Indonesia diharapkan lebih taat aturan perikanan, dengan demikian semakin meminimalisir “illegal fishing”.

“Tindakan illegal fishing bukan hanya pencurian ikan semata, tetapi juga pelanggaran ijin, alat tangkap dan hal lain terkait perikanan,” kata Xandramaya.

Sulut Masuki Panen Raya Cengkih

Manado – Provinsi Sulut yang merupakan penghasil cengkih terbesar ketiga di Indonesia, mulai memasuki masa panen raya 4 tahunan. Panen tahun ini diproyeksikan mencapai 12.000 ton. Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindagkop Provinsi Sulawesi Utara Rumbaya Albert mengatakan panen cengkih tahun lalu hanya 10% dan pada tahun ini diproyeksi mencapai 80% dari total tanaman.

“Seperti panen raya 2006, yang kami khawatirkan harga cengkih akan anjlok,” ujarnya di sela-sela acara Rapat Kerja Tahun 2010 Kementerian Perindustrian.

Kondisi pasar pasar domestik saat ini relatif menguntungkan setelah pemerintah menetapkan larangan impor cengkih sejak 4 tahun lalu. Namun, katanya, kemungkinan permainan para pedagang bisa saja membuat harga cengkih tertekan. Terkait dengan hal tersebut, acara Rapat Kerja Tahun 2010 Kementerian Perindustrian dimanfaatkan oleh pejabat Dinas Perindustrian Sulut untuk meminta difasilitasi pertemuan dengan kalangan pabrikan rokok. “Kami datang bersama dengan asosiasi petani cengkih,” ujarnya.

Harga cengkih di Manado saat ini di kisaran Rp50.000 per kg. Menurut Rumbaya, biaya produksi cengkih diperhitungkan saat ini Rp41.000 per kg, sehingga diharapkan harga pembelian pabrikan pengguna cengkih di atas biaya produksi itu. “Pada 2006, harga cengkih kami sempat merosot di angka Rp16.000 per kg, padahal harga pokok produksinya mencapai Rp31.000 per kg,” ujarnya (BI)

Pusat Informasi Kelapa Resmi Hadir Di Sulut

Website CMIC

Manado – Pusat Informasi Pengembangan Kelapa resmi hadir di Sulawesi Utara (Sulut) melalui media online (internet), karena banyak  dibutuhkan kalangan pelaku usaha yang ada.

“Komoditi kelapa merupakan tanaman unggulan Sulut yang harus dijual potensinya hingga ke mancanegara, sehingga perlu dihadirkan media online,” kata Sekretaris Eksekutif Brunei Indonesia Malaysia Philipines – East Asian Growth Area (BIMP-EAGA) Shelley Sondakh, di Manado, Selasa.

Hadirnya Pusat Informasi Pengembangan Kelapa itu melalui www.coconutmic.com, dilakukan atas kerja sama dengan Pemerintah Kanada. Pemerintah Kanada, kata dia, ternyata sangat suka atas kerja sama itu, mengingat produksi kelapa terbaik di dunia ada di Indonesia, dan Provinsi Sulut memiliki tingkat produksi yang sangat tinggi.

Perhatian pemerintah Kanada itu juga tidak lepas dari fasilitasi BIMP-EAGA yang selama ini eksis membantu penanganan investasi di Sulut maupun provinsi lainnya yang ada. Pusat Informasi Pengembangan Kelapa Sulut menyediakan informasi bagi kepentingan petani, pembeli kelapa, investor lokal, nasional hingga pasar internasional.

Balai Penelitian Kelapa Sulut, Balai Riset dan Standarisasi, Disperindag, Dinas Perkebunan, Dinas Koperasi dan UKM Sulut, serta Badan Kapet Manado-Bitung  menyatakan dukungan penuh dalam pengisian isi web ini.

Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Kerjasama Regional Sulut Tonny Korah mengatakan, kehadiran Pusat Informasi tersebut akan mendorong pengembangan kelapa sehingga lebih berdaya manfaat tinggi.

“Apalagi komoditi kelapa dan turunannya memberikan devisa sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi di daerah,” katanya.(Berita Daerah – Sulawesi) – Pusat Informasi Pengembangan Kelapa resmi hadir di Sulawesi Utara (Sulut) melalui media online (internet), karena banyak dibutuhkan kalangan pelaku usaha yang ada.

“Komoditi kelapa merupakan tanaman unggulan Sulut yang harus dijual potensinya hingga ke mancanegara, sehingga perlu dihadirkan media online,” kata Sekretaris Eksekutif Brunei Indonesia Malaysia Philipines – East Asian Growth Area (BIMP-EAGA) Shelley Sondakh. Hadirnya Pusat Informasi Pengembangan Kelapa itu melalui www.coconutmic.com, dilakukan atas kerja sama dengan Pemerintah Kanada. Pemerintah Kanada, kata dia, ternyata sangat suka atas kerja sama itu, mengingat produksi kelapa terbaik di dunia ada di Indonesia, dan Provinsi Sulut  memiliki tingkat produksi yang sangat tinggi.

Perhatian pemerintah Kanada itu juga tidak lepas dari fasilitasi BIMP-EAGA yang selama ini eksis membantu penanganan investasi di Sulut maupun provinsi lainnya yang ada. Pusat Informasi Pengembangan Kelapa Sulut menyediakan informasi bagi kepentingan petani, pembeli kelapa, investor lokal, nasional hingga pasar internasional.

Balai Penelitian Kelapa Sulut, Balai Riset dan Standarisasi, Disperindag, Dinas Perkebunan, Dinas Koperasi dan UKM Sulut, serta Badan Kapet Manado-Bitung menyatakan dukungan penuh dalam pengisian isi web ini.

Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Kerjasama Regional Sulut Tonny Korah mengatakan, kehadiran Pusat Informasi tersebut akan mendorong pengembangan kelapa sehingga lebih berdaya manfaat tinggi.

“Apalagi komoditi kelapa dan turunannya memberikan devisa sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi di daerah,” katanya.

IKLAN

Tetty Paruntu

BeritaManado - Monthly Statistics for January 2010: Daily Avg > : 70.000 hits
Dibaca lebih banyak orang setiap hari dari seluruh dunia! Tepat untuk promosikan usaha anda!
Iklan dan Promosi hubungi kami melalui form isian, klik disini


Log in - Hosted by Tadulako Hosting