Ditulis oleh redaksi
Bisnis dan Ekonomi
Sep 1, 2010
MANADO – Over kapasitas karyawan di PD Pasar Manado, memaksa pimpinan melakukan perampingan karyawan hingga hanya menyisakan 150 karyawan. Menurut Dirut PD Pasar, Drs Jimmy Kowaas, pemutusan hubungan kerja terhadap ratusan karyawan terkait kondisi keuangan dan efisiensi kerja.
“Idealnya jumlah karyawan hanya 150 orang, yang ada sekarang 255 orang sehingga ada 105 yang akan dirumahkan,” ujar Kowaas.
Lanjut Kowaas, karyawan yang akan dirumahkan adalah karyawan yang selama ini tidak bekerja optimal namun mereka akan diberikan uang pesangon.
Ditulis oleh redaksi
Bisnis dan Ekonomi
Aug 31, 2010

Aktivitas di Bank Sulut (Foto BM)
EKONOMI – Dalam rangka Hari Raya Idul Fitri, Perbankan nasional akan libur cuti bersama pada 9-13 September. Sementara Bursa Efek Jakarta (BEJ) libur mulai tanggal 8-13 September.
Menurut Kepala Biro Humas Bank Indonesia, Difi Achmad Johansyah, jadwal libur perbankan mengikuti jadwal libur BI. Rabu, 8 September, seluruh kegiatan penyelenggaraan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) masih diadakan sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku.
Ditulis oleh redaksi
Berita Utama, Bisnis dan Ekonomi, Kota Manado
Aug 30, 2010

Alat Transportasi BRT Kawanua Kurang Diminati (Foto BM)
MANADO - Bus Rapid Trans (BRT) Kawanua mulai beroperasi 6 Agustus 2009 lalu. Dilengkapi belasan shelter yang dibangun di sejumlah tempat di Kota Manado. Pengoperasian BRT merugi sehingga diserahkan ke Perum DAMRI.

Tidak Digunakan, Banyak Shelter Rusak (Foto BM)
Beberapa faktor penyebab gagalnya program BRT Kawanua yang digagas Pemkot Manado diantaranya, kebiasaan masyarakat Manado yang tidak sabar menunggu lama.
“Kalau bus sudah ada kami naik, tapi jika belum ada, kami tidak mau menunggu lama, lebih baik naik angkot,” ujar Missi Luther, warga Malalayang.
Faktor lainnya, banyak warga yang tidak mau berjalan kaki ratusan meter menuju shelter terdekat sehingga lebih memilih angkot atau motor ojek sebagai alat transportasi. (JRY)
Ditulis oleh redaksi
Bisnis dan Ekonomi
Aug 23, 2010
MANADO – Bank Mandiri siap membantu Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) di Sulut dalam bentuk pemberian kredit investasi perbaikan.
Sementara untuk nilai kredit menurut Area Manager Bank Mandiri Manado, Eduard Dahuan, sesuai pengajuan pengusaha SPBU bersangkutan.
“Di seluruh Indonesia untuk 450 SPBU, kredit yang telah disalurkan oleh Bank Mandiri sudah mencapai Rp 321,5 miliar. Pemberian kredit dapat membantu pelayanan SPBU dan berdampak pada peningkatan status menjadi Pasti Pas (Pertamina Way), dengan pelayanan berstandar internasional,” ujar Dahuan.
Lagi menurut Dahuan, untuk Sulut dan Gorontalo, Bank Mandiri mentargetkan 50 SPBU mendapat kredit investasi sehingga statusnya bisa menjadi Pasti Pas.
Ditulis oleh redaksi
Bisnis dan Ekonomi
Aug 10, 2010

Suasana di Lobby Bank Sulut Pusat (Foto BM)
MANADO – Deprov menyoroti Bank Sulut yang ikut mensponsori hasil perhitungan cepat (quick count) pemilukada di Sulut dari Lembaga Survey Indonesia (LSI) yang ditayangkan salah-satu televisi swasta nasional.
Kepada wartawan, Selasa (10/08), Ketua Komisi II Bidang Perekonomian dan Keuangan, Drs Steven Kandouw menjelaskan, dalam waktu dekat akan memanggil pihak direksi Bank Sulut untuk dimintai keterangan.
“Informasi yang diterima dewan, Bank Sulut telah mengeluarkan dana sekitar Rp 370 juta untuk kerjasama penayangan quick count, dana sebesar itu wajib diketahui masyarakat karena Bank Sulut adalah bank daerah,” tegas Kandouw.
Bagian humas Bank Sulut, Decky Geruh saat dikonfirmasi media menjelaskan, Bank Sulut tidak mensponsori acara quick count tapi hanya mendukung. “Tidak ada sponsor dari Bank Sulut, kami hanya mendukung. Itupun sebagai bonus atas penayangan iklan kami saat debat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur beberapa waktu lalu,” ujar Geruh.
Lebih lanjut Geruh menjelaskan, Iklan di Metro TV itu merupakan promosi Bank Sulut atas tawaran pihak televisi tersebut. “Kami ditawarkan harga yang kompetitif, kebetulan acaranya debat calon yang pasti banyak ditonton masyarakat Sulut. Kami terima tawaran itu sekaligus promosi daerah ini,” tuturnya. (JRY)
Ditulis oleh redaksi
Bisnis dan Ekonomi
Aug 7, 2010
MANADO – Nilai eksport dan import perdagangan Sulut di triwulan kedua 2010 mengalami peningkatan dibandingkan triwulan pertama. Peningkatannya masing-masing 18,19 persen dan 2,88 persen.
Namun neraca perdagangan pada triwulan kedua menunjukkan angka negatif. Nilai eksport Sulut Rp 3,25 triliun, lebih kecil dibandingkan dengan nilai import yang mencapai Rp 3,96 triliun.
Kepala Badan Pusat Statistik melalui Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik, Raymond Kodoati kepada wartawan, Kamis (05/08) lalu mengatakan, tiga komoditi eksport antar negara adalah, minyak mentah dari kopra, bungkil sejenisnya dan RBD CNO atau minyak siap pakai dari kopra.
Sementara untuk komoditi antar daerah adalah, minyak solar, barang campuran dan barang proyek.
Komponen import yang masih tinggi diantaranya, semen dan besi, bahan baku CNO/CCO atau kopra dan CPO atau minyak mentah. Sementara komoditi yang dipasok dari luar negeri yaitu, gula pasir, coil roll dan barang proyek.
Ditulis oleh hanny
Agama dan Pendidikan, Berita Utama, Bisnis dan Ekonomi
Aug 6, 2010
MANADO – Keluarga Besar Prublessing Manado sebagai salah satu General Agency PT. Prudential Life Assurance kemarin, 5 Agustus 2010 melakukan bakti sosial dengan melakukan kunjungan ke 3 Panti Asuhan yang berada di Tomohon dan Manado. Dalam kunjungan ini Keluarga Besar Prudential PRUBlessing Manado memberikan bantuan berupa beras 36 Karung, Gula pasir 3 karung, 3 dus paket sabun, 3 dus biskuit, 3 dus susu dancow dan 9 lusin handuk, yang dibagikan merata kepada tiga panti asuhan ini. Bantuan diserahkan langsung oleh para Leader dan Agen yang berjumlah 40 orang.
Rombongan yang dipimpin Titiek Mailoa, beranjak dari Kantor GA Prublessing Manado pada pukul 10.30 WITA dan langsung menuju Tomohon dengan pengawalan voor riders kepolisian. Panti Asuhan Mefiboset adalah tempat pertama yang menerima sumbangan dari Keluarga besar Prudential. Selanjutnya rombongan langsung berbalik arah ke Manado dan menuju ke Panti Asuhan An-Nur dan Al-Ikhwan yang berada di Kelurahan Kombos Barat. Kedatangan rombongan disambut baik oleh para pengurus dan anak-anak panti asuhan.
Kegiatan ini mendapat sambutan baik di ketiga tempat yang dikunjungi. “Kami sangat senang dan bersyukur dengan kehadiran Keluarga besar Prudential. Semoga Tuhan membalas amal baik bapak – ibu”, ujar salah seorang pengurus Panti asuhan Al-Ikhwan. Sambutan yang baik juga terlihat dari Pengurus dan anak-anak An-Nur, “Kedatangan yang tiba-tiba ini membuat kami terkejut, tetapi kami semua senang” tutur mereka.
Selesai kegiatan Bakti Sosial kemarin, hari ini dan besok, 6 & 7 Agustus ini Prudential akan menyelanggarakan 2 acara lagi. “Hari ini kami akan mengadakan Agency Meeting di Restoran Nyiur on Boulevard berupa Motivasi dan Seminar, yang khusus untuk para Agent.” ucap Ivonne Limbat selaku Agency Manager PruBlessing. Lanjut beliau menuturkan: “Besok akan ada Grand BOP di MICON, masyarakat Manado dan sekitarnya yang ingin mendengarkan Presentasi Bisnis Asuransi bisa datang ke acara ini”. Pembicara untuk 2 hari ini adalah Bpk. Oni Yosetiawan, seorang Senior Agency Manager PruMetanoia Palu & KINGdom Agency Jakarta.
Ditulis oleh redaksi
Bisnis dan Ekonomi, Politik dan Pemerintahan
Jul 30, 2010
Manado – Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) di beberapa Kabupaten/kota bahkan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tahun 2010 mampu memberikan sumbangan Pertumbuhan Ekonomi (PE) di Daerah Nyiur Melambai sebesar 0,3 hingga 0,5 persen.
Demikian dikatakan Pakar ekonomi Sulut, Agus Tony Poputra, SE,MM. Menurutnya Pemilukada mendorong perputaran ekonomi bergerak cepat untuk beberapa produk, makanya optimistis dapat memberi sumbangsih pada pertumbuhan ekonomi sebesar 0,3 hingga 0,5 persen.
Poputra yang juga merupakan dosen Fakultas ekonomi Universitas Sam Ratulangi memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Sulut tahun 2010 dapat mencapai 7,5 persen, lebih tinggi dari target nasional, hal ini tak lepas dari indikator ekonomi semakin membaik.
Katanya, pelaksanaan pilkada menciptakan peluang ekonomi bagi pelaku usaha dan masyarakat dan ini secara otomatis berdampak sektor riil bergairah makanya yakin pertumbuhan ekonomi tahun ini capai 7,5 persen.
Yang perlu dijaga, kata Poputra, agar pelaksanaan pilkada berjalan lancar dan tanpa menimbulkan gangguan keamanan, bila ini mampu dijaga maka pilkada akan memberi dampak positif bagi daerah.
Sektor yang memberi dorongan terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi tahun 2010 ini, kata Agus, masih tetap berkutat pada perdagangan hotel dan restoran.
Sedangkan pertanian, meskipun dari sisi laju pertumbuhannya diperkirakan sedikit melambat, tetapi masih tetap mendominasi sumber pertumbuhan, karena sebagian besar masyarakat mendapat penghidupan dari pertanian.
“Delta pertumbuhan sektor pertanian tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya, tetapi dominasinya masih akan terlihat sebab dalam kenyataan sebagian besar masyarakat Sulut hidup di pertanian,” katanya.(IS)
Ditulis oleh redaksi
Bisnis dan Ekonomi
Jul 30, 2010
Manado – Hingga triwulan pertama tahun ini, Bank Mandiri Persero telah menyalurkan dana program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) sebanyak Rp800 miliar. Area Manager Bank Mandiri Manado, Eduard Dahuan mengatakan dana yang disalurkan tersebut terbagi bina lingkungan sebesar Rp254,07 miliar untuk berbagai kegiatan sedangkan dana program kemitraan Rp546,63 miliar.
Katanya, peningkatan dana PKBL tersebut, karena keuntungan yang diperoleh Bank Mandiri menunjukkan peningkatan yang cukup pesat dari tahun ke tahun. “Setelah lima tahun menjalankan proses transformasi, Bank Mandiri telah menjelma menjadi bank terkemuka di Indonesia yang memiliki kemampuan kompetisi dan pengembangan bisnis yang baik dengan landasan ‘corporate governance’ yang kuat,” kata Dahuan.
Dalam tahun ini saja, hingga posisi triwulan pertama 2010, katanya, Bank Mandiri mampu mencatat laba bersih sebesar Rp2,0 triliun naik 43,1 persen dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya Rp1,4 triliun. “Peningkatan laba tersebut didorong kenaikan laba operasi dari Rp2,0 triliun menjadi Rp2,7 triliun,” katanya.
Lanjut ia katakan, peningkatan laba tersebut tak lepas dari ekspansi kredit yang terus dilakukan termasuk diantaranya segmen kecil dan mikro. Pada segmen mikro, katanya terjadi peningkatan sebesr 22,8 persen menjadi Rp5,6 triliun dari sebelumnya triwulan pertama tahun lalu hanya Rp4,6 triliun dengan jumlah rekening saat ini tercatat sebanyak 461 ribu rekening, sedangkan kredit usaha kecil meningkat 25,6 persen menjadi Rp17,7 triliun.(IS)
Ditulis oleh redaksi
Bisnis dan Ekonomi
Jul 30, 2010
Manado – Bank Negara Indonesia (BNI) Manado siap membantu pembiayaan industri rumah panggung sehingga mampu berkembang dan bersaing di pasar internasional. Pemimpin BNI Wilayah XI Manado, Joppy Lamonge mengatakan industri rumah panggung khususnya di Kecamatan Tombasian sangat potensial ada sekitar 30 hingga 40 industri yang menghasilkan rumah adat Minahasa.
“Program ini diberi nama Kampung BNI Rumah Panggung karena berorientasi di satu wilayah dengan industri yang sama,” ujar Lamonge.
Kata Lamonge, pembiayaan terhadap industri rumah panggung tersebut dapat dibiayai melalui BNI Griya, tetapi menggunakan pola yang selama ini dikembangkan BNI yakni kemitraan. “Pola kemitraan terbukti sangat baik, sebab mempermudah bank mengenali nasabah demikian juga soal pamasaran tidak menjadi masalah lagi,” kata Lamonge.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sulut, Sanny Parengkuan mengatakan, saat ini baru mengekspor produk kayu kelapa, sedangkan rumah panggung terhenti namun optimis dapat bangkit kembali apalagi kalau ada dukungan pembiayaan perbankan.
Rumah panggung, pernah menjadi andalan Sulut untuk ekspor, tercatat beberapa negara menjadi pembeli diantaranya Argentina, Spanyol, India dan beberapa negara di Eropa. “Dukungan permodalan bagi industri rumah panggung dibutuhkan mengingat cukup tinggi biaya yang harus dikeluarkan dalam pembuatan satu unit rumah tersebut,” kata Parengkuan.(IS)