SHS-Berhasil Menang di MK

Drs SH Sarundajang - Djouhari Kansil (SHS-Berhasil) Saat Deklarasi (Foto BM)

JAKARTA – Sidang terakhir, Kamis (02/09), Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan 3 pasangan calon gubernur terhadap KPU Sulut terkait hasil Pemilukada 3 Agustus 2010 lalu.

Atas putusan ini maka pasangan yang diusung Partai Demokrat, Drs Sinyo Harry Sarundajang – Djouhari Kansil (SHS-Berhasil) resmi memenangkan Pemilukada Sulut 2010 dan tinggal menunggu pelantikan oleh Mendagri.

MK berkesimpulan, dalil-dalil para pemohon yaitu pasangan Stefanus Vreeke Runtu – Marlina Moha Siahaan (SVR-MMS), Elly Engelbert Lasut – Henny Wullur (E2L-HW) dan Ramoy Markus Luntungan – Hamdi Paputungan (RML-HP), tidak terbukti secara hukum.

Dalil pemohon adanya percakapan melalui telepon antara SHS dengan anggota KPU yang diindikasi adanya rekayasa terstruktur ditolak, MK menilai bukti tersebut hanya dugaan semata serta tidak jelas.

Demikian halnya bukti-bukti lain yang diajukan seperti mobilisasi PNS, perbedaan DPT dan janji SHS memberikan uang senilai Rp 15 miliar tidak terbukti.

“Majelis Hakim menolak semua gugatan,” ujar Ketua Majelis Hakim, Achmad Sodiki.

Usai putusan MK, SVR yang diusung Partai Golkar menyatakan menerima putusan dan siap mendukung kepemimpinan SHS-Kansil melanjutkan pembangunan di Sulawesi Utara.

“Keputusan sudah final, saya mendukung penuh kepemimpinan Pak Sarundajang. Saya menghimbau kepada semua kader Golkar, menerima hasil ini dan mendukung Pak Sarundajang dan Pak Kansil melanjutkan pembangunan di Sulut,” tutur SVR.

Lela : Macet Karena Tidak Ada Terminal Singgah

Anggota DPRD Manado, Sonny Lela (Foto BM)

MANADO – Salah-satu penyebab kemacetan lalulintas di ruas Boulevard hingga Zero Point Pusat Kota dan Jalan Sam Ratulangi adalah aktivitas angkutan kota yang jumlahnya ribuan unit.

Lahan Kosong di Marina Plaza Bisa Dijadikan Terminal Singgah (Foto BM)

Anggota Dekot Manado dari Partai Buruh, Sonny Lela meminta agar Pemkot Manado  menyediakan terminal singgah untuk angkot menurunkan dan menaikkan penumpang di sekitar pusat kota.

“Jumlah kendaraan yang menuju pusat kota tidak seimbang dengan infrastruktur jalan yang ada. Mestinya ada terminal singgah atau terminal putar untuk angkot. Selama ini mereka (sopir angkot) seenaknya menaikkan dan menurunkan penumpang ditengah jalan. Jadi selama ini sopir angkot menjadikan jalan raya sebagai terminal, ini tidak benar!” tegas Lela yang terkenal kritis ini.

Lela mengusulkan pemerintah bisa mengambil sebagian lahan 16 persen di kawasan Megamas dan Marina Plaza untuk dijadikan terminal singgah.

“Pemerintah selalu hanya memberikan izin pembangunan kawasan perbelanjaan tapi tidak berpikir orang yang datang berbelanja. Perhatian harus seimbang, masyarakat juga perlu kenyamanan tidak terjebak macet!” pungkas Lela.  (JRY)

Jika Kalah, SVR Siap Beri Ucapan Selamat ke SHS

Kampanye SVR-MMS di Manado Beberapa Waktu Lalu (Foto BM)

MANADO - Ucapan selamat yang dilakukan Bupati Bolmong, Marlina Moha Siahaan kepada gubernur terpilih Drs SH Sarundajang, tampaknya bakal diikuti calon gubernur Partai Golkar, Stefanus Vreeke Runtu (SVR).

Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas gugatan hasil Pemilukada Sulut baru akan dibacakan MK, Kamis (02/09) sore ini, dimulai pukul 14.00 WIB, namun kubu SVR-MMS menyatakan siap menerima keputusan apapun dari MK.

“Apapun keputusannya, ketua kami (SVR) siap menerimanya termasuk jika kalah,” ujar Ketua Tim Media Center SVR-MMS, Hanny Sumakul, Kamis (02/09) pagi.

Selain siap menerima kekalahan, kabar dari sumber lain PG di Jakarta, jika kalah di MK, SVR akan langsung bertemu gubernur terpilih SH Sarundajang untuk memberikan ucapan selamat sekaligus support melanjutkan pembangunan di Sulut.  (JRY)

Hampir Sepekan Uji Coba JSU, Pusat Kota Masih Macet Total

Macet Total di Boulevard (Foto BM Rabu,01/09 Sore)

MANADO - Uji coba lalulintas Jalur Satu Arah (JSA) sudah berlangsung hampir sepekan. Pantauan beritamanado, Rabu Sore – Kamis Pagi (01-02/09) terlihat masih terjadi kemacetan luar biasa di pusat kota Manado.

Macet di Belakang Multi Mart, Bank Sulut, Zero Point (Foto BM)

Sebut saja Jalan Boulevard depan kawasan Megamas sampai belakang Multi Mart (MM), Zero Point dan Jalan Samratulangi sampai BCA. Namun di ruas lain terlihat jalanan mulai longgar, sesudah BCA sampai Tanjung Batu, namun kembali macet di simpang tiga ke Rike sampai Wanea Plaza.

“Sampai sekarang belum ada perubahan, masih tetap macet,” aku seorang Polantas yang berjaga di sekitar Zero Point.  (JRY)

Manado Tren Pengamen Rohani

Pengamen dari Yayasan Bunga Bakung Gereja Bethel Jalan Sea Malalayang (Foto BM, Rabu, 01/09 Malam di Rumah Makan Samrat Abadi)

MANADO - Mencari uang dengan cara mengamen tidak hanya dilakukan anak-anak jalanan dan kelompok tertentu saja. Cara ini lagi menjadi tren di Kota Manado dilakukan kelompok anak muda gereja menggalang dana untuk kegiatan pelayanan. Otomatis yang dinyanyikan mereka adalah lagu-lagu rohani.

Pantauan beritamanado setiap hari, dibeberapa tempat makan seperti di Jalan Garuda, sepanjang ruas Samratulangi dari Titiwungen sampai Wanea, Jalan Bethesda dan Boulevard tampak kelompok anak-anak muda kreatif ini beraksi.

“Kami sedang mencari dana untuk kegiatan pelayanan,” ujar salah-satu pemimpin grup ngamen pemuda gereja.

Para pengunjung rumah makan juga merespon positif kegiatan mereka bahkan para pemilik rumah makan tidak keberatan aksi dari para pengamen dadakan ini yang biasanya berjumlah lebih dari lima orang.  (JRY)

Pemilukada Minsel Putaran II, 6 Oktober

Calon Partai Golkar, Tetty Paruntu - Sonny Tandayu (PANTAS)

Amurang - Setelah dinyatakan menang di  Mahkamah Konstitusi, KPU Minsel langsung melakukan rapat pleno dan  memutuskan pelaksanaan putaran ke-2 Pemilukada Minsel akan digelar  tanggal 6 Oktober 2010, yang nantinya akan diikuti dua pasangan calon,  Asiano Gamy Kawatu, SE MSi-Felly Estelita Runtuwene, SE (Pargab) dan  Christiany Eugenia Paruntu-Drs Sonny Frans Tandayu (Partai Golkar).  Meski begitu KPU Minsel baru akan memulai tahapan setelah rapat pleno. Ketua  Yurnie Sendow, SIP MSi melalui Humas Tomy Moga, SPi membenarkan putaran ke-2 Pemilukada Minsel akan digelar tanggal 6 Oktober.

Calon Pargab, Asiano Gemmy Kawatu - Felly Estelita Runtuwene (AGK-Fer)

Lanjut kata Moga, pertimbangan ini harus dilakukan karena takutnya akan kelewatan waktu. ‘’Semua anggota KPU Minsel termasuk pihak  sekretariat KPU  Minsel menyatakan siap dilaksanakan putaran kedua.  Hanya saja, disini menjadi pertanyaan apakah soal pendanaan Pemkab  Minsel juga siap,’’ jelas Moga dengan kata sedikit bertanya.

Terpisah,  Sekretaris KPU Minsel Drs Benny Lumingkewas mengatakan, Pemkab Minsel sudah siap menyalurkan dana sisa dan dana permintaan tambahan untuk  putaran ke-2. ‘’KPU Minsel telah memasukan LPJ dan usulan dana tambahan ke Pemkab Minsel sebagaimana konsekwensi untuk pelaksanaan putaran ke-2  Pemilukada Minsel. Kita tunggu saja kapan pencairannya, apalagi tahapannya sudah dimulai,’’ ungkap Lumingkewas yang juga mantan Kabag  Humas dan Protokol Setdakab Minsel ini. (IS)

Widjayanto Patonti : Fitrah di Idul Fitri

Anggota Dekot Manado, Widjayanto Patonti SE

MANADO – Tinggal 10 hari lagi, Umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Fitri. Hari yang dinanti-nantikan sebagai hari kemenangan melawan segala godaan dosa melalui ibadah puasa satu bulan penuh.

Anggota Dekot Manado, Widjayanto Patonti SE tak lupa menghimbau kepada segenap kaum muslim agar tetap menjaga makna Bulan Suci Ramadhan yang penuh hikmat dan berkat.

“Tinggal sepuluh hari lagi kita menjalani ibadah puasa. Dalam sebuah Hadits, sisa sepuluh hari ini dikatakan pembersihan dari segala dosa. Jadi manfaatkan sisa sepuluh hari ini dengan melakukan amal ibadah dan kegiatan-kegiatan sosial agar saat Idul Fitri nanti kita menjadi orang yang fitrah. Itulah harapan Allah SWT dan harapan Nabi Muhammad,” tutur Patonti.  (JRY)

Saafa Dukung PT Air Kerja Profesional

Anggota Dekot Manado, Syarifudin Saafa ST (Foto BM)

MANADO - Terkait kunjungan kerja Komisi B DPRD Kota Manado ke PT Air, kemarin, anggota Komisi B Syarifudin Saafa ST kepada beritamanado, Rabu (01/09) siang memaparkan hasil kunjungan.

Sidak komisi B ke PT Air dipimpin langsung Wakil Ketua Dekot, James Karinda SH MH didampingi, Ketua Komisi B Royke Anter, Sekretaris Hengky Kawalo SE, dan anggota-anggota, Sonny Lela, Bobby Daud dan Syarifudin Saafa ST.

Anggota DPRD diterima langsung Dirut PT Air, Ir Otniel Konjansow, para dewan komisaris dan pihak WMD.

“PT Air terus berupaya meningkatkan pelayanan  air bersih kepada masyarakat yang mendapat dukungan penuh dari pihak komisaris. Kita optimis pelayanan air bersih akan semakin baik walaupun saat ini belum memuaskan semua pihak,” ujar Saafa.

Menurut Saafa, saat ini ada 16 ribu pelanggan dan target PT Air akan dikembangkan sampai tahun 2011 mencapai 30 ribu pelanggan. Namun pihak dewan berharap PT Air tetap menjamin kebersihan air juga harga yang murah agar bisa terjangkau karena sangat berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.

“Secara pribadi saya ingin katakan kepada WMD bekerja secara profesional dibuktikan dengan pelayanan yang baik, tapi jika tidak, pihak dewan akan mengevaluasi kontrak kerja yang ada,” tegas anggota dekot yang terkenal kritis ini.  (JRY)

Kotambunan Bantah Pernyataan Meiva

Wakil Ketua Deprov Sulut dari PDS, Drs Arthur Kotambunan (Foto BM)

MANADO – Wakil Ketua Deprov Sulut, Drs Arthur Kotambunan membantah pernyataan Ketua Deprov Ny Meiva Lintang STh, perihal jatah SPPD dewan yang dikatakan Meiva merupakan usulan Kotambunan.

“Pernyataan ketua dewan tidak beralasan, karena pembagian dana perjalanan dinas bukan keinginan saya tapi berdasarkan hasil rapat pimpinan dewan dan pimpinan fraksi. Keputusan itu disetujui semua pimpinan,” ujar Kotambunan kepada media, Rabu (01/09).

Lanjut Kotambunan, kebijakan itu diambil pada rapat 22 Agustus 2010 dengan kesepakatan setiap perjalanan dinas harus persetujuan ketua fraksi masing-masing partai.

Kotambunan juga membantah pernyataan Meiva kalau dirinya paling banyak menggunakan dana perjalanan dinas.

“Itu pernyataan kosong, sudah 7 kali saya melakukan perjalanan dinas tetapi tidak menggunakan SPPD,” ucapnya lagi.  (JRY)

Tewu: Terbukti Bersalah, Akan Saya Tindaki

Kantor Polda Sulut di Jalan Bethesda (Foto BM)

Manado – Maraknya dugaan praktek kotor yang dilakukan sejumlah oknum perwira guna mengendapkan sejumlah kasus korupsi yang sementara ditangani Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sulut, tampaknya membuat sejumlah kalangan bereaksi keras.

Seperti reaksi yang datang dari Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (LBH-YLBHI) cabang Manado, Maharani Caroline.

Menurut pengacara cantik ini, adanya dugaan praktek oknum perwira yang sering menjadikan sejumlah penyidikan terhadap kasus korupsi sebagai Mesin ATM alias Sumber penghasilan pribadi mereka dengan janji mengendapkan kasus korupsi tersebut, telah berlangsung lama.

“Modus kejahatan seperti ini tak dapat ditolelir, oleh karenanya ini menjadi tantangan tersendiri bagi Kapolda Sulut, Komisaris Besar Polisi (Kombes. Pol) Carlo Brix Tewu untuk dapat memberantas dan membenahi institusinya guna mengembalikan citra kepolisian yang baik bagi masyarakat,” ujar Caroline melalui telepon selulernya, Rabu (01/09/10).

Hal serupa juga diungkapkan, akademisi Fakultas Hukum Unsrat, Steven Voges. Menurutnya nama besar dari Tewu yang telah diukirnya sejak bertugas di Mapolda Metro Jaya dipertaruhkan dalam melakukan pembenahan di Polda Sulut.

“Sebagai Putra Daerah, Kapolda Sulut diminta menertibkan adanya dugaan praktek ATM oknum Perwira,” harap Voges.

Tanggapan juga muncul dari Pengamat Politik Sulut, Taufik Tumbelaka. Alumni UGM ini menegaskan munculnya berbagai spekulasi seperti ini dikalangan masyarakat, lebih dikarenakan lambannya prestasi Polda Sulut dalam menangani setiap kasus dugaan Korupsi.

“Banyak sekali kasus dugaan korupsi yang ditangani Polda Sulut seakan mengendap, seperti Kasus Dugaan SPPD Fiktif DPRD Sulut, DPRD Minut, dan sebagainya,” ujar Tumbelaka.

“Hal inilah yang memunculkan beragam spekulasi terhadap kinerja Polda. Diharapkan kritikan seperti ini ditanggapi positif oleh Kapolda Baru untuk melakukan pembenahan di institusinya serta menuntaskan setiap kasus dugaan korupsi tersebut” Sambung Tumbelaka.

Kapolda Sulut, Kombes Pol Carlo Brix Tewu sendiri menegaskan bahwa dirinya tak mau hanya menduga-duga terhadap para perwiranya yang diduga telah menyimpang, namun ketika terbukti bersalah akan ditindakinya sesuai prosedur hukum.

“Saya tak ingin hanya menduga-duga, kalau betul dan terbukti silakan laporkan, pastinya akan saya tindaki secara aturan,” ungkap Tewu. (IS)

IKLAN

Dibaca lebih banyak orang setiap hari dari seluruh dunia! Tepat untuk promosikan usaha anda!
Iklan dan Promosi hubungi kami melalui form isian, klik disini


Log in - Hosted by Tadulako Hosting and design by WebManado.com