Penulis: abm | 19/04/2012.
MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara(Sulut) minta Pertamina menjaga ketersediaan bahan bakar elpiji agar tetap ada di pasaran sehingga ketika minyak tanah bersubsidi ditarik dari peredaran tidak terjadi gejolak di masyarakat.
“Pertengahan Mei 2012 minyak tanah bersubsidi akan ditarik dari pasaran. Karena itu selama masa menunggu, stok elpiji jangan sampai kosong sehingga kebijakan ini tidak menimbulkan gejolak di masyarakat,” kata Kepala Biro Ekonomi Pemerintah Provinsi Sulut, Adry Manengkei, Kamis (19/4).
Adry mengatakan, salah satu penyebab sehingga program konversi elpiji tidak semulus yang diperkirakan, karena ketersediaan elpiji belum terjamin sepenuhnya.
”Masyarakat sering mendengar keluhan masyarakat terjadi kelangkaan elpiji, akibatnya ada yang bersuara agar kebijakan pemerintah yang tujuannya menghemat keuangan negara tersebut, supaya ditunda atau dibatalkan sama sekali,” kata Adry.
Seandainya Pertamina mampu menjaga suplai elpiji bersubsidi di masyarakat, maka Adry optimistis program konversi minyak tanah dapat berjalan sebagaimana harapan pemerintah.
Beban subsidi terhadap minyak tanah, kata Adry, memang harus diakui memberi tekanan berat terhadap keuangan negara, karena itu pemerintah provinsi Sulut mendukung sepenuhnya program penarikan minyak tanah dengan elpiji.(niel)
No tags for this post.
TERKOMENTARI