Raski: Kamran Sebaiknya Menjual Buku Saja
Berita Utama, Politik dan Pemerintahan Sabtu, 4 Februari 2012 6:56
Anggota Komisi IV DPRD Sulut, Raski Mokodompit (foto beritamanado)
Kotamobagu - Tanggapan Sekretaris PAN Kotamobagu Ir. Kamran Muchtar, tentang wakil ketua Golkar Sulut Raski Mokodompit yang dianggapnya hanya layak disebut pegawai dewan dan bukan wakil rakyat, ditanggapi Raski.
“Kamran mengenal saya, sewaktu belum jadi anggota dewan dan sudah tidak mengenal saya sejak saya menjadi anggota DPRD Sulut, seharusnya dia (kamran) sadar bahwa karir politiknya sudah saya lewati sangat jauh,” tukas Raski kepada beritamanado.com
Sambil tertawa ia menambahkan, “Saran saya, sebaiknya kamran meninggalkan saja dunia politik, dan kembali ke pekerjaan lamanya menjual buku, karena kalo hanya jadi komentator, sudah banyak komentator sepakbola di indonesia tapi hasilnya hanya sekedar omong kosong,” tuturnya sambil tersenyum.
Sebelumnya, Kamran menganggap Wakil Ketua Golkar Sulut Raski Mokodompit, tidak tahu persoalan dan jarang membaca, karena mengkritik kinerja Wawali Kotamobagu Ir. Tatong Bara, yang dianggapnya berantakan dan tidak profesional. (zumi)
Tags: dprd sulut, golkar kotamobagu, Kamran Muchtar, Kotamobagu, PAN Kotamobagu, Raski Mokodompit, Tatong Bara









Ha ha ha, lucu sekali. Sebaiknya Raski juga baca buku (yang katanya pernah dijual oleh Kamran) supaya dia bisa membedakan Tupoksi dan kentang goreng.
Kamran mungkin pernah jualan buku dan karir politiknya tidak bersinar, tapi dia adalah salah seorang yang membawa Djelantik Mokodompit jadi Walikota Kotamobagu. Jadi, Raski –yang jelas pandir dan tidak tahu diri–, sebaiknya ‘ambe leper kong ba kaca. Kalu bukang orang rupa Kamran, ngana bukan sapa-sapa. Deng kalu jago, mari torang duduk kong baku bantah. Mo lia sampe di mana ngana pe jago.’
Sama deng udang dan ketam, saling baku tatawa akang, padahal setelah bakar sama2 merah….. hahahahahaha……
DJ M yess..
TB oke..
Nanti mo sadia akang RING tinju spya lgsg dapa lia, sapa lbe JAGO..
dapa lia skali kosong dua-dua…Hiksssss
benar bung katamsi, tanpa kamran Raski dan Djelantik bukan siapa-siapa. Raski saja yang lupakan budinya kamran, tatong , yasti, for kepentingan depe papa di suksesi lalu
saran saya bung raski nda usah sering kasih statement yang kekanak-kanakan seperti ini, konsen saja di pekerjaannya sebagai anggota dewan, jangan terpancing nanti kelihatan ‘pandir’-nya. hehehehe
Hahahaha,,,
Katamsi, anda yg tdk tau apa2 ttg kemenangan Djelantik, sebaiknya jangan ba sambung.
Kamrran tidk punya andil sama djelantik dalam pememnangan beliau jadi walikota.
Tanya akg pa kamran dang, waktu itu dia pernah tawarin kendaraan PAN pa sapa ??
Dan kyapa kong dia stengah hati mendukung djelantik.
Yang kita tau, Kamran itu berjuang butul2 di Dewa 2006. Tapi hasilnya kalah !!
Saya heran dengan Katamsi G.
Setiap kali raski membuat statement serangan thd PAN,, Katamsi selalu bereaksi berlebihan. Tentu saya punya tanda tanya yg besar. Apalagi ada dua srikandi yg ada di petinggi PAN Sulut. Bahkan salahsatunya di DPP PAN.
Yg satunya janda, yg satunya perawan.
Hmmmmm,,, dunia memang edan !!!
Wkwkwkwkwkwkwkwkwk
@ orang kita: Anda tahu apa? Tiga kali Djelantik Mokodompit mencalonkan diri jadi Walikota; dua kali atas budi baik PAN. Kamran Mochtar yang saat Djelantik-Tatong Bara dicalonkan adalah Sekretaris PAN. Dia salah satu yang paling gigih meminta Djelantik yang diusung PAN. Anda di mana waktu itu? Saya tidak melihat siapa-siapa yang ikut pertemuan-pertemuan untuk mengambil keputusan, selain orang-orang yang saya kenal.
Kalau soal Raski, siapa yang peduli dengan dia? yang saya urusin Kamran Mochtar. Tampaknya Anda juga harus baca buku (yang katanya pernah dijual sama Kamran), biar bisa membedakan apakah saya mengurus Raski (pandir kok diurusi) atau Kamran.
Yang jelas, Raski cuma pantas diludahin. Yang dikritik Kamran adalah kinerja Wakil Rakyat. Raski membalas dengan menyerang Kamran secara pribadi. Hanya pandir yang susah membedakan mana publik domain dan mana private domain. Nah, “orang kota”, sebaiknya Anda juga belajar membedakan itu.
Soal membela PAN, lho, sejak kapan hak sipil saya dicabut? Kalau Anda boleh membela Raski atau setan botak sekali pun; masak saya tidak boleh membela PAN atau mangkubi” sekali pun. Soal berlebihan, ah, pandir berlebihan saja punya hak sipil, masak saya tidak boleh. Ha ha ha…..
Memang semakin tinggi pohon, semakin kencang angin…’ Walikota dan Raski jalan terus, terus membangun tanpa lupakan kritikan sebagai bahan introspeksi. Introspeksi diri penting, agar kualitas kepemimpinan tetap meningkat, semakin hari semakin belajar terus. BRAVO Djelantik dan Raski..
Sungguh teganya dikau raski, sama orang yang lebih tua.. Apa kata dunia?? Setahu saya rambut kamran habis, saat mendukung djelantik di pilwako lalu. ????°?k?k?k?k?k?k?k° piss kamran !!
Katamsi,, katamsi… Ckckckckckck
Kirain elu pintar. Kamran mengkritik kinerja raski sbg wakil rakyat.
Raski juga mengkritik kamran sebagai sek PAN. Sebgai sekretaris PAN, sebagai pekerja politik, raski mengkritik kinerja Kamran hanya sbg komentator politik tidak berbebda dengan komentator sepakbola. Yg hanya omong kosong. Baca kwa bae2. Kalaupun raski sedikit menyentil pekerjaan lamanya,, yahhhh itu kan saran raski kpd kamran. Yg penting kan masih mengkritik pekerjaan masing2. Bedanya juga kamran bukan pejabat publik. Gityuuuu lohhh..
Nayodo, kamran memang berjuang untuk Djelantik di Pilkada 2006. Dan di Pilwako 2008 dia juga terlibat namun ragu2. Dia pernah bilang kalo ba calon Walikota harus ada doi. Dan dia nda yakin kalo Djelantik ada doi for ba calon Walikota. Makanya dia juga sering membuka komunikasi dengan Rahmat Mokodongan. Sampe2 nama Rahmatpun di sebut2 di DPP PAN. Dan yg membawa nama rahmat adalah salah satunya Kamran Muchtar.
Saya tdk membantah kalo kamran bersama2 Djelantik saat Pilwako 2008. Tapi kamran sbg Sekretaris TS pd waktu itu kerjanya sangat berbeda dengan Pilkada 2006 lalu, yg benar2 bekerja.
Oiiaaa,,, katamsi, tanya akg pa Kamran, dia deng Tatong jadi Ketua n Sek PAN Bolmong dan Kotamobagu waktu itu, atas bantuan siapa,,
Katamsi ente cuma tau ba tulis. Putar kasana-kamari, untuk membenarkan ente pe argumen. Tapi kalo yg kita sampaikan, itulah fakta yg kalo ente nda percaya, silahkan tanya langsung kpd orang2/tim2 Djelita pada waktu itu.
Kita cuma bisa bilang,, titip salam kepada para srikandi PAN yg ente da bela. Semakin anda bela, semakin meyakinkan pa kita itu ente pe tujuan dang. Hehehehehehe
Kamran juga manusia, yang sewaktu-waktu kesetiaan bisa sedikit bergoyang alias ragu-ragu, apalagi pegang ayam yang so dua kali kalah.
Tapi, jangan lupa sebenarnya orang seperti kamran jangan dibuang begitu saja.
Itulah yang mengherankan dari Djelantik , orang yang ragu-ragu dibuang, sementara yang nyata dulu momake ,bahujat,dnk anti Djelantik justru skrg yang dia kase basar.. Jadi,wajar kalo kamran kecewa