Danrem 131 Tembus Hutan Gunung Simbalang
Berita Utama, More Rabu, 22 Februari 2012 22:11
TNI – Untuk mengetahui medan sebenarnya yang direncanakan untuk menjadi lokasi TMMD ke-89 di Kecamatan Modayag dan Kecamatan Tutuyan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Danrem 131/Santiago Kolonel Inf A.A.B. Maliogha didampingi Dandim 1303/Bolmong Letkol Inf Mudjiharto meninjau langsung dan menjelajahi hutan belantara Gunung Simbalang dengan berjalan kaki menelusuri rute yang akan menjadi jalan tembus Desa Kokapoi di Kecamatan Modayag ke Desa Tutuyan di Kecamatan Tutuyan, Rabu (22/2).
Rombongan peninjau sejumlah 36 orang dari beberapa instansi terkait seperti Diskes (4 orang), Dishut (1 orang), Dinas PU (4 orang), Kesbangpol (3 orang), Penanggulangan Bencana (5 orang), dan warga desa Kokapoi (2 orang) dipimpin langsung oleh Danrem 131/Santiago dengan stafnya berjumlah 6 orang dan didampingi Dandim 1303/Bolmong dengan stafnya berjumlah 9 orang. Dari 36 orang tersebut, 5 orang harus kembali ke Desa Kokapoi karena tidak sanggup melanjutkan perjalanan akibat medan Gunung Simbalang yang relatif sangat sulit.
Jalan tembus Kokapoi – Tutuyan ini diharapkan dapat membantu warga Kokapoi yang ingin pergi ke Tutuyan untuk keperluan administrasi kependudukan/kepemerintahan di ibukota Kabupaten Boltim tersebut. Selama ini, warga Kokapoi harus memutari Gunung Simbalang yakni melalui Modoinding, Modayag, baru kemudian bisa ke Tutuyan. Jalan Kokapoi – Modoinding sendiri juga tidak bisa disebut sebagai jalan transportasi karena kondisinya yang berlumpur dan rawan longsor. Hanya tipe kendaraan off-road bergardan ganda atau motor trail yang mampu melewati jalan tersebut. Total biaya yang harus dikeluarkan oleh warga Kokapoi untuk ke Tutuyan paling tidak mencapai 125 ribu rupiah dan memakan waktu kurang lebih 4 – 5 jam sekali jalan. Ini tentu saja bukanlah ongkos yang murah dan waktu yang efisien.
Selain itu, dengan dibukanya jalan tembus Kokapoi – Tutuyan, roda perekonomian riil di masyarakat dapat bergerak lebih dinamis karena jalan tembus tersebut dapat menyingkat jarak menjadi hanya sekitar 12 km. Kemudahan akses ke ibukota Kabupaten Boltim di Tutuyan memudahkan warga Kokapoi untuk menjual hasil kebun seperti cabe, bawang merah, kol, kentang, coklat dan cingke dan sebaliknya membeli ikan beserta keperluan harian di ibukota kabupaten. (Penrem 131/Santiago)
Tags: Dandim 1303/Bolmong Letkol Inf Mudjiharto, Danrem 131/Santiago Kolonel Inf A.A.B. Maliogha, Gunung Simbalang









wah, suka jalan-jalan ya komandan….?
memang kasihan juga kalo rakyat kecil harus bayar ratusan ribu hanya untuk urusan kependudukan. itu kan kewajiban pemerintah (baik pusat maupun daerah).
ayo.. mari rame-rame bangun sulut!!!!!!!!!!!!