BeritaManado.com – Berita Terkini dari Manado

Begini Kisah Alicia, Atlet Renang Asal Tomohon Yang Nyaris Jadi Korban Gempa di Palu

October 02
03:47 2018

Alicia (kanan) didampingi sang ayah, Lefinus Pangalila.

 

TOMOHON, beritamanado.com – Gempa bumi dan tsunami yang melanda Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi dan sekitarnya di Provinsi Sulawesi Tengah pada Jumat (28/09/2018) lalu menyisakan kesedihan yang mendalam dan trauma.

 

Betapa tidak, gempa yang terjadi sekitar pukul 18.02 Wita berkekuatan 7,4 skala richter akibat aktivitas sesar Palu Koro lalu disusul tsunami ini menghancurkan bangunan, gedung-gedung pertokoan, kantor, rumah, transportasi serta jalan dan jembatan.

 

Dan salah satu yang nyaris menjadi korban dari bencana ini adalah Alicia Pangalila, atlet renang asal Kota Tomohon yang hendak mengikuti pertandingan renang antar kabupaten/kota dalam rangka HUT Kota Palu.

 

Bersama dua rekan lainnya, Alicia yang bernaung di Kinilow Indraloka Finswiming Club (KIFC) merupakan utusan Kota Tomohon.

 

Lewat penuturan sang ayah Lefinus Pangalila yang kebetulan ikut mendampingi menuturkan, pada hari Jumat tersebut oleh panitia penyelenggara mengundang seluruh peserta mengikuti technical meeting dimana lokasinya berada di pesisir pantai.

 

“Pelaksanaan technical meeting molor dan baru selesai pukul lima sore. Setelah itu, saya balik ke penginapan menjemput anak-anak untuk melakukan tes venue di kampung nelayan dimana lokasinya di pesisir pantai,” ujar Lefinus.

 

“Setelah melakukan persiapan singkat di penginapan, bersama anak-anak kami menuju ke kampung nelayan menggunakan dua kendaraan. Dalam perjalanan tersebut, sekira lima ratus meter dari lokasi yang hendak kami tuju, tiba-tiba mobil yang kami naiki terasa seperti terbang, oleng. Motor-motor di depan dan samping terjatuh, tiang listrik roboh, bangunan mulai runtuh. Bahkan saya menyaksikan bagaimana tanah terbelah,” kata Lefinus.

 

“Melihat situasi ini, mobil dihentikan saya turun dan langsung menjemput anak-anak yang kebetulan berada di mobil belakang. Baru diketahui bahwa Palu baru dilanda gempa bumi yang kuat.

 

Anak-anak langsung kami evakuasi dan langsung tancap gas balik penginapan. Di dalam perjalanan saya melihat langsung Ramayana mulai runtuh. Dan juga kami baru mengetahui akan adanya tsunami saat dalam perjalanan ini mendengar orang-orang berteriak. Dan akhirnya kami boleh tiba di penginapan dengan selamat,” ujar Nunu sapaan akrab Lefinus didampingi Diana, istri tercintanya.

 

Pemilik rumah makan di kawasan Tomohon Utara ini mengaku hingga kini masih diliputi trauma berat.

 

“Sungguh, saya masih trauma berat. Saya sempat berteriak minta tolong kepada Tuhan saat dekat Ramayana. Bahkan anak saya Alicia tidak mau menonton TV lagi kalau ada berita tentang gempa dan tsunami di Palu. Kalau saja meeting tidak terlambat dari jadwalnya yakni pukul tiga sore, mungkin lain ceritanya karena usai meeting biasanya kami langsung tes venue. Nah ini kan terlambat, tapi inilah jalan-jalan Tuhan sehingga kami boleh selamat,” pungkasnya.

 

(ReckyPelealu)

 

BACA JUGA BERITA TERKAIT BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI DI KOTA PALU, KABUPATEN DONGGALA DAN KABUPATEN SIGI BIROMARU:

 

 

 

 

 

Ads




0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

twenty − nine =