BeritaManado.com

Alat Canggih 300 Miliar untuk TPA Regional Dikuatirkan Menjadi Besi Tua

November 20
10:07 2017
DINO SEKOH

DINO SEKOH

 

Manado, BeritaManado.Com – Rencana pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional di Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara oleh pemerintah provinsi Sulawesi Utara dengan anggaran Rp.300 Miliar bantuan pemerintah pusat mendapat tanggapan tokoh pemuda, Dino Sekoh.

Menurut Dino Sekoh, rencana pembangunan TPA Regional memerlukan kajian matang yakni perawatan alat yang bernilai sangat mahal karena dikuatirkan justru menjadi besi tua karena ketiadaan teknisi untuk melakukan perbaikan alat ketika mengalami kerusakan.

“Contoh, masyarakat Indonesia lebih suka membeli mobil Jepang ketimbang mobil Amerika dan Eropa. Alasannya, mobil Amerika dan Eropa suku cadang sulit didapatkan dan biaya perawatan mahal. Bayangkan mobil yang berharga ratusan juta saja bisa tidak jalan berbulan-bulan karena rusak akibat suku cadang dan ketiadaan teknisi, apalagi alat ratusan miliar rupiah ketika mengalami kerusakan nanti! Saya kuatir alat mahal ini bisa menjadi besi tua,” ujar Dino Sekoh kepada BeritaManado.Com, Senin (20/11/2017).

Kekuatiran proyek TPA menjadi mubasir ini bukan tanpa alasan bagi Penatua Pemuda GMIM Sion Ranomuut ini, mengacu pada pengalaman banyak proyek miliaran hingga ratusan miliar dari pemerintah pusat di Provinsi Sulawesi Utara menjadi mubasir.

“Seperti proyek IPAL di Kota Manado dari pemerintah pusat melalui Dinas PU Provinsi Sulawesi Utara beberapa tahun lalu. Bayangkan, proyek yang memakan anggaran ratusan miliar ini hingga sekarang tidak tuntas sehingga belum memberi manfaat bagi masyarakat, sementara hampir semua ruas jalan di Kota Manado sudah bolong dalam jalan diisi pipa-pipa besar kosong. Kesimpulan saya, semua proyek apalagi anggaran ratusan miliar harus memiliki kajian matang bukan sekedar menerima dan melaksanakan proyek itu,” tukas Dino Sekoh.

Sebelumnya diberitakan, DPRD Provinsi Sulawesi Utara menggelar Rapat Paripurna Penetapan Perda APBD tahun 2018 sebesar lebih dari Rp 3,7 Triliun melalui rapat paripurna di DPRD Sulut, Kamis (16/11/2017).

Rencana pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara yang sempat dikritisi anggota Fraksi Partai Demokrat, Netty Agnes Pantow, ditanggapi Wakil Gubernur Steven Kandouw.

“Yang dikritisi ibu Netty Pantow soal pembangunan TPA Regional itu sebetulnya belum dipahami saja. Selama ini yang kita ketahui TPA itu kotor dan bau busuk. Nanti kita ajak ibu Netty ke Denmark melihat kondisi TPA disana. Kami bahkan di ajak makan bersama di lokasi TPA. Jadi, TPA Regional ini akan dikelola menggunakan alat-alat canggih,” jelas Steven Kandouw.

Lanjut Steven Kandouw, pemerintah dan masyarakat Sulawesi Utara patut berbangga dikarenakan proyek pembangunan TPA Regional hanya dilakukan di 3 provinsi seluruh Indonesia.

“Terlalu naif jika anggaran 300 M untuk pembangunan TPA Regional yang dialokasikan pemerintah pusat ke Sulawesi Utara ini tidak dimanfaatkan. TPA Regional itu akan dimanfaatkan oleh beberapa kabupaten dan kota di Sulawesi Utara,” terang Steven Kandouw pada rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw. (JerryPalohoon)

 

 

 

 

 

 

Ads




0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

4 + four =