Penulis: redaksi | 25/02/2012.
NASIB Anggota DPR dari Partai Demokrat Angelina Sondakh, masih di ujung tanduk. Status tersangka yang disandangnya dalam kasus dugaan korupsi Wisma Atlet, tak saja berpengaruh secara psikologis bagi anak-anaknya hasil pernikahan dengan almarhum Adji Massaid, tapi juga berdampak pada keluarganya di Manado Sulawesi Utara.
Bagi warga Sulawesi Utara, nama Angie (panggilan akrab Angelina Sondakh) dikenal cukup familiar. Sejak Angie menjadi Putri Indonesia 2001 asal Sulut, berhasil mengubah paradigma masyarakat, bahwa tak semua gadis Manado tak hanya berbekal kecantikan, tapi juga kepandaian (inner beauty).
Setelah masuk Partai Demokrat pada 2004 dan pendukung Pak Beye, Angie kembali terpilih menjadi anggota DPR kedua kali pada 2009. Angie kembali menjadi buah bibir, ketika ia kedapatan berpacaran dengan Adjie Massaid, artis yang menduda. Mereka akhirnya menikah, setelah Angie menjadi mualaf atau pindah agama menjadi Islam.
Padahal, keluarga besar Angie adalah penganut Kristen dari gereja GMIM.
Lantas, bagaimana reaksi keluarga setelah Angie menjadi tersangka kasus korupsi?
Mungkin banyak menyangka termasuk saya, bahwa keluarga Sondakh di Manado akan membiarkan Angie sendirian. Ternyata tidak. Sang Ayah, Prof Lucky Sondakh, justru pasang badan membela anaknya. Bahkan, mantan Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado ini, mendoakan Angie. Tak ada istilah ‘anak durhaka’ bagi mereka.
Sedikit latar belakang untuk Prof Lucky Sondakh yang saya kenal, beliau adalah salah satu guru besar di Fakultas Peternakan Unsrat yang dikenal kritis. Di era Reformasi’98, tak banyak dosen Unsrat yang ‘berani’ mendukung perubahan. Mungkin dengan latar belakang ilmu ekonomi dan gelar Ph.D dari University of New England Australia, membuatnya tak takut menyuarakan reformasi.
Sebagai orang yang pernah aktif di Sinode GMIM (gereja terbesar di Sulut), Prof Lucky Sondakh dikenal sebagai penganut Kristen yang taat. Di saat dirinya ‘diserang’ media infotainment menjelang pernikahan anaknya secara Islam, ia pun tetap bersikukuh bahwa Angie adalah seorang anak yang baik.
”Mungkin ini salib yang harus ditanggung anak kami Angie, dan kami tetap mendoakan supaya dia diberikan kemampuan menghadapi semua ini. Kami juga selalu mendoakan Anda sekalian, termasuk yang menghina kami. Saya pribadi mengucapkan terima kasih baik kepada yang mendukung kami maupun yang mencerca, ” kata dia kepada beritamanado.com.
Jika ada yang bertanya, kenapa Prof Lucky tak ‘mengutuk’ anaknya, menurut saya itu karena ajaran cinta kasih yang tertanam di dirinya. Ia tetap mencintai keluarganya meskipun kini telah mengambil jalan berbeda. Sang Ayah itu pun tetap mendukung anaknya, meski saat ini terjatuh.
Dan terakhir, saya ingin mengutip kutipan favorit diFacebook Prof Lucky, ‘Love ends when you stop caring. Life ends (spiritualy) when you stop dreaming’. (Jackson Kumaat)
Tags: Angelina Sondakh, Jackson Kumaat, Lucky Sondakh
Raldy Wang
25/02/2012 at 01:45
Apapun yang terjadi anak itu tetap anak. Perbedaan keyakinan tidak akan memutuskan hubungan biologis. Masalah hukum jugapun tidak perlu memutuskan hubungan keluarga. Justeru dalam saat saat seperti ini hubungan keluarga itu akan diuji.
klabat@representative.com
27/04/2012 at 18:30
Akhirnya Angie di tahan di KPK sebagai tersangka kasus korupsi.
Keadilan sudah mulai ditegakkan.
Sannie Rere
27/04/2012 at 20:43
Tidaklah salah memang jika orang tua mendukung anaknya dalam situasi apapun yang dialami anaknya termasuk tersangkut masalah Korupsi, untuk mendukung anaknya agar tabah, sabar menjalani proses hukumnya. Namun begitu keadilan harus ditegakkan kepada siapapun dia yg melakukan tindak korupsi. Salut buat KPK menetapkan Angelina sebagai tersangka dan akhirnya kini ditahan (krn awalnya ada keraguan publik apakah KPK berani menahan Angelina krn dia berasal dari Partai penguasa).
slow mar sure
28/04/2012 at 01:05
Smoga Bisa menjadi Putri Rutan 2012
?
lina
30/04/2012 at 10:45
Kegagalan dari Ortu yang mendukung/merestui Angie utk mengubah Imannya , demi seorang pria, kepopuleran dan kekuasaan.
tante roti
30/04/2012 at 11:36
kebenaran hanya ada di tangan Tuhan… manusia tidak dapat menilainya. Kelihatan kalah dan terpojok tapi lewat proses yang dihadapi membuat seseorang diubahkan menjadisesuatu yang baru dan indah. Sama seperti emas, begitu diambil dari tambang bentuknya begitu jelek dan tidak layak di pakai. tetapi melalui proses membuat emas itu menjadi berharga dan bernilai. Ikutilah proses yang ada walaupun sakit, menyedihkan, memalukan, tetapi ingat akan hasilnya seperti emas yang telah dibentuk menjadi bernilai…
Peace
30/04/2012 at 14:22
@Tante roti…benar, Kebenaran hanya ada ditangan Tuhan. Dan kita manusia hendaknya senantiasa berusaha melakukan hal yg tidak disukai Tuhan. Selalu bersyukur atas berkatNya dan tidak serakah mungkin akan menjauhkan kita utk melakukan hal2 yg tidak baik, paling tidak meminimalis utk berbuat dosa. Dan benar spt proses emas, hrsnya manusiapun yg sdh dikarunia otak utk berpikir bisa berproses utk menjadi lebih baik atau lebih berkualitas.
flyjeck
06/05/2012 at 18:29
kapok
flyjeck
06/05/2012 at 18:30
bagus mati aja kamu
Kafirun
17/11/2012 at 04:57
Harga yg harus dibayar buat Angie : Kecil Ikut Tuhan, muda ikut setan, tua masuk penjara, mati masuk neraka.
Bonek Shalom
30/11/2012 at 13:50
Tuhan Jesus berfirman ” Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” selagi masih ada kesempatan segeralah bertobat !, Anggie Tuhan Jesus Mengasihimu.
Adano
01/12/2012 at 00:28
Smart people are especially prone to stupid mistakes…
Adano
01/12/2012 at 00:56
Bukan cuma pernah jadi emas…
Malahan sudah lebih seperti Platinum walaupun tidak besar..
Tapi platinum ini ingin menjadi besar dengan cepat…
Maka platinum mencampurkan dirinya dengan segala macam logam mulai dari yang putih sampai yang hitam..
Jadilah dia besar..
Tapi ternyata jadi belang-belang dan tak anggun dan tak enak di pandang lagi..
Dont be worry,
Si platina masih bisa kembali lagi jadi semula tentu saja dengan process purification…
Elisabeth Lihiang
01/12/2012 at 10:53
John 8 : 7b. If any one of You is without SIN, Let Him be the first to Throw a Stone at Her.
GMT
01/12/2012 at 13:31
so dia tu yudas parampuang.. syukur kpk so tangka mudah-mudahan menjadi pembelajaran bagi yg lain….
Olala
02/12/2012 at 00:24
Perbedaan keyakinan tidak akan memutuskan hubungan org tua deng anak. Termasuk masalah hukum juga tidak perlu memutuskan hubungan keluarga. Justeru dalam saat saat seperti ini hubungan keluarga itu akan diuji, …..semoga tetap tabah dan tawaqal