
Makaaruyen - Petikan gitar dan Jukulele (Juk) mengiringi kedua penyanyi yang sudah tua.
MANADO – Petikan gitar dan Jukulele (Juk) mengiringi kedua penyanyi yang sudah tua. Tanpa ada melodi yang rumit, kedua penyanyi melantunkan syairnya dengan nada yang harmonis. Liriknya dalam bahasa Makatana. Ada dalam bahasa Tontemboan, ada pula dalam bahasa Tombulu dan bahasa sub etnis Minahasa lainnya. Itulah Makaaruyen.
Lama tak terdengar, Makaaruyen seakan tenggelam dengan hingar bingar musik pop. Institut Seni Budaya Sulawesi Utara kembali menggelar lomba Makaaruyen. Seperti menemukan kembali warisan seni budaya Minahasa yang sudah berumur lebih dari 50 tahun.
Di Manado Cenvention Center, Makaaruyen kembali menemukan pencintanya. Tepuk tangan penonton menyambut kedatangan kembali kekayaan musik tradisional Makaaruyen.








